INDOZONE - Petani singkong di Desa Mundu, Kecamatan Tulung, Klaten, Jawa Tengah, merasa geregetan dengan hama uret yang menyerang lahannya.
Akibat serangan hama uret tersebut, semua singkong gagal panen. Satu batang bisa diserang hingga 80 sampai 100 ekor uret.
"Usia tanaman singkong satu tahun, baru bisa dipanen. Lha ini, mau panen malah diserang hama uret lagi," kata Ponimin geregetan.
Sebetulnya, Ponimin dan petani lainnya, tidak heran lagi dengan hama uret ini. Sudah 3 tahun berturut-turut, ladang singkongnya selalu diserang uret. Namun kondisinya tahun ini sangat parah.
"Tahun-tahun kemarin juga diserang uret, tapi tidak parah seperti sekarang, tidak ada sisanya," tambah Ponimin.
Selama ini, ia menanam singkong di lahan seluas 1500 meter. Setiap 1000 meter, biasanya bisa ditanami 700 sampai 800 batang singkong.
Dari batang sebanyak itu, bisa menghasilkan singkong 4,5 ton sampai 5 ton dengan harga Rp10 juta. Harga jual singkong per kilonya antara Rp2000 sampai Rp2.500.
Baca juga: Mayat Bersimbah Darah Ditutup Sarung Ditemukan di Tangsel, Pembunuhnya Langsung Ditangkap!
Petani lainnya, Sameno, juga mengeluhkan hal yang sama.
Meski singkong sisa uret rasanya pahit dan ternak sapi pun tidak mau, ia tetap membawanya pulang.
"Biasanya kami cacah lalu dijemur. Lain hari, bisa untuk sapi bila tidak pahit," kata Sameno.
Uret yang menyerang singkong ini sangat besar. Ukurannya sekitar jempol orang dewasa. Petani pernah mencobanya untuk umpan pancing, tapi ikan pun tidak mau mendekat.
Kepala Desa Mundu, Budiyanta, mengakui kalau semua petani singkong merugi hingga ratusan juta rupiah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung