Sabtu, 31 MEI 2025 • 15:54 WIB

Indonesia dan Prancis Sepakat Kembangkan Proyek Listrik Hidrogen Hijau Senilai Rp37 Triliun

Author

Indonesia resmi menjajaki proyek pembangkit listrik berbasis hidrogen hijau bersama perusahaan Prancis HDF Energy.

INDOZONE.ID - Indonesia resmi menjajaki proyek pembangkit listrik berbasis hidrogen hijau bersama perusahaan Prancis HDF Energy.

Lewat kerja sama dengan PLN dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), proyek ini berpotensi menyerap investasi lebih dari USD 2,3 miliar, terutama di wilayah timur Indonesia seperti NTT.

Kesepakatan ini diteken dalam pertemuan tingkat tinggi di Istana Kepresidenan Jakarta, disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

NTT Jadi Lokasi Pertama, Investasi Tembus Rp37 Triliun

Tak cuma di Jakarta, HDF juga meneken kesepakatan khusus dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tujuannya untuk mempercepat pembangunan pembangkit listrik berbasis hidrogen di kawasan timur Indonesia.

Baca Juga: Ini 3 Golongan yang Dapat Diskon Listrik 50% Mulai Juni 2025

HDF bahkan sudah menyiapkan 23 proyek Renewstable di Indonesia Timur dengan nilai investasi lebih dari USD 2,3 miliar. Proyek pertama akan dimulai di Sumba.

Dukungan dari lembaga internasional seperti U.S. International Development Finance Corporation (DFC) juga ikut memperkuat realisasi rencana ini.

Apa Itu Renewstable?

Renewstable adalah teknologi pembangkit listrik dari HDF yang memadukan energi terbarukan seperti matahari dan angin dengan penyimpanan energi hidrogen.

Artinya, listrik bisa tersedia 24/7, meskipun cuaca tidak menentu.

Teknologi ini dianggap sebagai alternatif hijau dari pembangkit diesel yang masih banyak digunakan di daerah terpencil Indonesia.

Tak hanya ramah lingkungan, tapi juga bisa menekan emisi karbon dan mendorong kemandirian energi lokal.

PLN dan PT SMI Siapkan Infrastruktur dan Pembiayaan

PLN sendiri sudah mulai membangun stasiun pengisian hidrogen pertama di Indonesia dan mengembangkan beberapa proyek pembangkit uji coba.

Sementara itu, PT SMI lewat platform SDG Indonesia One akan menjajaki skema pembiayaan inovatif.

Salah satunya adalah blended finance yang menggabungkan sumber dana dari publik, swasta, dan lembaga internasional seperti AFD (Prancis) dan Uni Eropa.

Dukungan dari Pemerintah Pusat dan Daerah

Presiden Prabowo menyebut kesepakatan ini sebagai bagian dari visi besar menuju 100 tahun hubungan Indonesia-Prancis di 2050.

Macron juga menyatakan kebanggaannya karena proyek energi bersih seperti tenaga surya dan hidrogen kini jadi prioritas kerja sama kedua negara.

Reynaldi Hermansjah, Direktur Utama PT SMI, mengatakan perjanjian ini memperkuat peran SMI dalam mendorong kolaborasi transisi energi.

"Kami tertarik untuk menjajaki dukungan untuk proyek ini karena beberapa aspek, yaitu pertama, dukungan untuk implementasi teknologi baru, khususnya hidrogen," ujarnya.

Sementara Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN, menegaskan kesiapan PLN untuk berkolaborasi secara global demi mendorong energi bersih.

"Kolaborasi strategis ini tidak hanya menjadi simbol solidaritas global, tetapi juga menjadi katalisator percepatan pengembangan ekosistem hidrogen hijau di Indonesia menuju masa depan net zero," tuturnya.

Di sisi lain, Mathieu Geze, Direktur HDF Energy Asia Pasifik, menambahkan bahwa proyek ini akan menghadirkan listrik bersih dan andal untuk kawasan timur Indonesia.

"Dengan teknologi inovatif Prancis dari HDF, kami bertekad menyediakan pasokan listrik yang andal dan bersih bagi kawasan ini," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PLN

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU