Hujan Deras Sebabkan Talud di Sambi Boyolali Longsor hingga Akibatkan Akses Warga Terputus
INDOZONE.ID - Talud penahan abrasi Sungai Botak yang merupakan anak Kali Pepe di Dukuh Kembang, Desa Canden, Kecamatan Sambi, Boyolali, mengalami longsor akibat diguyur hujan deras lebih dari satu jam.
Talud diduga tidak kuat menahan derasnya air hujan dan tanah yang rawan longsor, disebut menjadi penyebab longsor terjadi.
Akibat ambruknya talud sepanjang 50 meter tersebut membuat akses warga di RT 004, RW 003 Dukuh Kembang, Desa Canden, Kecamatan Sambi, Boyolali terganggu, karena talud tersebut merupakan penahan badan jalan di atasnya yang sering dilewati oleh warga sekitar.
Baca Juga: Banjir dan Longsor di Bima, Satu Warga Ditemukan Tewas Tertimbun Lumpur
"Kejadian longsor itu habis hujan deras, lalu talud sepanjang sekitar 50 meter ini longsor, kami khawatir dengan longsor ini karena dekat dengan permukiman warga, karena kalau merembet sampai ke rumah warga ini bisa ikut longsor juga. Untuk akses jalan warga sekitar juga ikut terganggu dan sementara ini ditutup karena membahayakan," ungkap Slamet Rahayu, warga sekitar talud pada Sabtu (15/2/2025).
Talud ini merupakan area kawasan Balai Besar Sungai Bengawan Solo (BBWS), sehingga untuk perbaikan adalah tanggung jawab instansi tersebut.
Warga tidak berani untuk melakukan evakuasi maupun untuk pembersihan material longsor.
"Longsoran talud di Dukuh Kembang ini dimulai pertengahan bulan Januari, dan hari ini juga mengalami longsor lagi sehingga mengakibatkan akses jalan bagi warga terputus. Kejadian ini sudah ketiga kalinya dan saat ini merupakan yang terparah karena dulu tahun 2023 dan tahun 2024 juga pernah longsor juga namun kali ini yang terparah," ujar Kepala Desa Canden, Jiyanto.
Baca Juga: Libur Panjang Akhir Januari 2025, Ledokombo Jember Masuk Wilayah Rawan Longsor
Akibat kejadian itu, warga terpaksa harus memutar sejauh sekitar 3 kilometer untuk menuju kelurahan ataupun ke tempat lainnya.
"Untuk faktor penyebab terjadinya longsor ini bisa jadi karena diguyur hujan deras berjam-jam dan juga faktor kontur tanah. Kedalaman longsoran tersebut mencapai 5 hingga 6 meter sehingga karena membahayakan warga dan pengguna jalan yang melewati atas talud untuk sementara jalan kita beri rambu dan ditutup sementara," sambungnya.
Warga berharap, talud yang longsor tersebut segera diperbaiki oleh pihak terkait sehingga akses jalan bisa dilewati kembali. Apalagi saat ini masih masuk musim penghujan.
Jika tidak diperbaiki, warga khawatir longsor akan merembet hingga ke pemukiman warga, melihat retakan yang terjadi di jalan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung