Sabtu, 16 NOVEMBER 2024 • 11:48 WIB

Isu Soal Gerakan Organisasi Terlarang Juga Soal Plesetan Firaun, Gus Firjaun: Saya Tidak Ingin Membalas

Author

Gus Firjaun saat dikonfirmasi dirumahnya oleh sejumlah wartawan., (Z Creators/Arka Hatta)
INDOZONE.ID - Soal ungkapan gerakan organisasi terlarang juga plesetan penyebutan Gus Firaun. Menimbulkan polemik di momen Pilkada serentak 2024 di Jember.

Terkait hal ini, Kamis 14 November 2024 kemarin terjadi aksi unras dari ratusan orang yang mengaku kelompok Masyarakat Bela Kiai.

Mendesak Pansus Pilkada 2024 DPRD Jember untuk mengungkap dan meminta klarifikasi dari pihak yang bertanggung jawab.

Namun menanggapi hal ini, Cawabup Paslon 01 Muhammad Balya Firjaun Barlaman (Gus Firjaun) menyayangkan terjadinya persoalan ini. Namun demikian, Gus Firjaun menegaskan, Ia sedikit pun tidak memiliki niat untuk melakukan balasan.

Hal itu ia sampaikan saat dikonfirmasi di rumahnya, komplek Ponpes As Shiddiqi Putera (Ashtra) Jalan KH. Shiddiq, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Jember, Jumat (15/11/2024).

Baca Juga: Debat Kedua Pilkada Jember, Hendy Tanya Fawait Kasus Dugaan Korupsi DPRD Jatim

"Bagi mereka yang kemudian punya niat tidak baik, dengan berbagai macam (cara) segalanya. Saya hanya berharap mudah-mudahan hatinya dibuka oleh Allah. Saya tidak ingin membalas," kata Gus Firjaun saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

"Cukuplah mereka menyadari bahwa perbuatan jelek itu, pasti akan berdampak kepada mereka sendiri, kepada pelaku sendiri. Ataquu aldzulma fa'innadzulma dzulumat ywma alqyamah. Jauhilah kezaliman karena kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat. (HR. Bukhari, no. 2447, Muslim, no. 2578). Sekarang tidak terasa. Tetapi, kemudian, nanti pasti akan ada konsekuensi. Di hari akhir," sambungnya sembari mengutip dari salah satu hadis.

Menanggapi soal sebutan namanya yang diplesetkan menjadi Gus Firaun. Terlebih dikaitkan dengan dirinya yang dituding tidak menjenguk keponakannya Gus Jaddin Wajadz, lanjutnya, yang saat ini sedang sakit dan dirawat di salah satu rumah sakit di Jember.

"Nah kemudian yang lagi viral akhir-akhir ini. Padahal saya sebelumnya itu sudah ke sana (menjenguk keponakannya yang sakit). Ini sama sekali. Tidak ada kepentingan politik, semata-mata karena rasa persaudaraan," ujarnya.

Baca Juga: Viral 'Voice' Perempuan Bernama Jovita, Tuding Salah Satu Komisioner KPU Jember Dituding Terlibat Politik Curang

"Begitu saya mengucapkan salam ketika masuk ke ruangan Jaddin (keponakannya) itu. Dengar suara saya langsung nangis, Pak. Loh, apapun saya ini adik dari bapaknya Jaddin. Jaddin itu keponakan saya. Begitu, iya saya rangkul. Anda bisa membedakan mana yang kemudian ini memanfaatkan situasi untuk kepentingan politik dan mana yang memang tulus ingin menjenguk orang sakit," sambungnya menjelaskan.

Kembali Gus Firjaun mengungkapkan rasa keprihatinan. Terlebih ungkapan atau memelesetkan namanya yang disamakan dengan sosok Firaun.

"Kok tiba-tiba ada yang menarasikan, si Aep Ganda itu memanggil (menyebut) saya Gus Firaun. Loh ini dalam hati kecil ini, orang ini gimana sih? Kok kemudian menyamakan saya dengan orang yang dilaknat oleh Allah, bahkan mengaku Tuhan," ucapnya prihatin.

Lebih jauh Gus Firjaun juga menyampaikan, dari beberapa peristiwa tersebut. Menurut Gus Firjaun, juga dirasakan saat ini. Antar keluarga juga terkesan saling dibenturkan.

Terlebih diketahui saat Rapat Dengar Pendapat (RDP), antara Pansus Pilkada DPRD Jember dengan Kelompok Masyarakat Bela Kiai, Kamis (14/11) kemarin.

Salah satu keponakannya Ahmad Birbik Munajil Hayat (Gus Birbik), mengatakan jika Gus Firjaun sudah saling berembuk antar keluarga menyikapi isu yanh saat ini ramai terjadi.

"Kami di internal keluarga ada Gus Baiqun juga, termasuk dengan Gus Firjaun, sudah mempelajari dan merembukkan pidato (orasi soal PKI) itu. Kami sudah rembukan keluarga, dan hasilnya jelas tidak ada masalah," kata Gus Birbik saat rapat itu.

Pria yang juga mengaku sebagai cucu Kiai Achmad Siddiq yang notabene juga ayahanda dari Gus Firjaun itu, mengatakan jika adanya persoalan yang terjadi pihak keluarga tidak ada masalah.

"Saya juga cucu Kiai Achmad Siddiq, nasab kami sudah jelas tidak ada yang menyinggung nasab Mbah Yai Siddiq. Jadi kalau ini dibawa ke ranah politik, menurut kami sebagai cucu dari Mbah Yai Siddiq itu terlalu naif," sambungnya.

Baca Juga: Candaan Closing Paslon Nomor Dua Pilkada Kota Jogja Undang Gelak Tawa, Kenapa ?

Menanggapi ini, Gus Firjaun menyangkal adanya pertemuan keluarga tersebut.

"Nah ini. Kemudian soal kaitan dengan bahwa ini sudah dirembuk, dibicarakan keluarga, sebagainya. Saya sampaikan, saya sampai saat ini belum pernah ketemu dengan Birbik, dengan Baiqun. Apalagi membicarakan persoalan ini. Ketemu saja belum. Nah ini. Saya tidak tahu siapa yang membuat narasi, ada tulisan, macam-macam itu," ungkapnya.

Dengan persoalan itu, Gus Firjaun berharap jangan sampai persoalan politik dibenturkan dengan keluarganya.

"Makanya saya sebenarnya nggak tertarik ingin menanggapi itu, karena itu membuang-buang energi bagi saya. Jadi itu yang saya jadikan (penjelasan) agar ini agar lurus, agar kemudian keluarga ini tidak dibawa-bawa ke sana kemari," ungkapnya.

"Kalau kami share soal politik di grup keluarga itu saja. Kita hindari, agar hubungan keluarga itu masih tetap. Nah, ini kemudian dibawa-bawa, urusan ini. Saya kira, ini yang ingin saya sampaikan. Agar betul-betul tidak ada pretensi macam-macam, tidak ada tendensi macam-macam," imbuhnya.

Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU