Selasa, 15 OKTOBER 2024 • 11:00 WIB

Menteri PUPR Basuki Berharap Pemerintahan Prabowo - Gibran Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur

Author

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)

INDOZONE.ID - Menteri Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memberikan pesan kepada Presiden Terpilih Prabowo Subianto, untuk melanjutkan dua infrastruktur penting, yakni infrastruktur konektivitas dan infrastruktur air.

Pihaknya menilai, kedua infrastruktur sangatlah penting guna mendukung ketahanan pangan dan energi na­sional.

Menurut Basuki, kedua infrastruktur itu penting guna mendorong ke­mudahan akses bagi masyarakat dalam beraktivitas.

“Karena air dan konektivitas itu syarat untuk menuju kemakmuran masyara­kat kita. Jadi,
kedua infrastruktur ini dinilai vital untuk mendukung kesejahteraan masyarakat," ujarnya kepada wartawan saat ditemui di UGM belum lama ini.

Baca Juga: Manfaat Jangka Panjang Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lewat Infrastruktur di Era Jokowi

Peraih gelar master dan dok­tor dari Universitas Colorado ini turut menjelaskan, saat ini dari 61 bendungan, sudah 53 yang diresmikan.

“Walaupun sudah membangun 61, kelihatannya banyak itu, kita masih perlu banyak lagi. Air, jadi orang kalau mau hidup baik itu harus kecukupan air,” ingatnya.

"Jadi sisanya itu, tahun ini dan tahun depan akan diselesaikan," tambahnya.

Selain itu, pada pem­bangunan konektivitas seperti Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), Tol Trans Jawa, Tol Probolinggo-Banyu­wangi (Probowangi), dia berharap bisa tuntas dalam lima tahun ke depan.

Tak lupa, infrastruktur konektivitas di Ibu Kota Nusan­tara (IKN) dan Sulawesi juga harus diselesaikan.

"Sekarang pun dari 6.000 km jalan nasional yang sudah kita bangun, itu masih terus akan dibangun untuk konektivitas,” ujarnya.

Disebutkannya juga, infrastruktur memiliki dua peran utama. Per­tama, sebagai sarana produksi dan penunjang pertumbuhan ekonomi. Kedua, sebagai pemenuhan layanan dasar.

"Pemerintah juga menekankan pentingnya partisipasi masyara­kat dan dukungan kelembagaan dalam keberhasilan berbagai pelaksanaan program untuk mendukung kemakmuran ma­syarakat," pungkas Basuki.

Baca Juga: Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Proyek Infrastruktur Air di World Water Forum ke-10 Rp154 Triliun

Sebelumnya, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Triono Junoasmono mengungkapkan, Indo­nesia menghadapi tantangan besar terkait pembangunan infra­struktur untuk mendukung Visi Indonesia Emas 2045.

“Indonesia dengan populasi sekitar 280 juta jiwa masih menghadapi tantangan akses air minum perpipaan,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, akses rumah tangga perkotaan ter­hadap air minum perpipaan ditargetkan mencapai 100 persen pada 2045.

Capaian rumah tangga dengan akses air minum perpipaan masih stagnan di angka 19,76 persen, cukup rendah dibandingkan negara ASEAN lainnya.

Sementara pada sektor sani­tasi, Indonesia baru mencapai 12 persen akses sanitasi aman dari target 30 persen pada 2024.

Untuk mencapainya dibutuh­kan investasi hingga Rp 140,9 triliun dengan proporsi APBN sebesar Rp73,5 triliun (52 persen).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU