Menteri PUPR Basuki Berharap Pemerintahan Prabowo - Gibran Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur
INDOZONE.ID - Menteri Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memberikan pesan kepada Presiden Terpilih Prabowo Subianto, untuk melanjutkan dua infrastruktur penting, yakni infrastruktur konektivitas dan infrastruktur air.
Pihaknya menilai, kedua infrastruktur sangatlah penting guna mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.
Menurut Basuki, kedua infrastruktur itu penting guna mendorong kemudahan akses bagi masyarakat dalam beraktivitas.
“Karena air dan konektivitas itu syarat untuk menuju kemakmuran masyarakat kita. Jadi,
kedua infrastruktur ini dinilai vital untuk mendukung kesejahteraan masyarakat," ujarnya kepada wartawan saat ditemui di UGM belum lama ini.
Baca Juga: Manfaat Jangka Panjang Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lewat Infrastruktur di Era Jokowi
Peraih gelar master dan doktor dari Universitas Colorado ini turut menjelaskan, saat ini dari 61 bendungan, sudah 53 yang diresmikan.
“Walaupun sudah membangun 61, kelihatannya banyak itu, kita masih perlu banyak lagi. Air, jadi orang kalau mau hidup baik itu harus kecukupan air,” ingatnya.
"Jadi sisanya itu, tahun ini dan tahun depan akan diselesaikan," tambahnya.
Selain itu, pada pembangunan konektivitas seperti Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), Tol Trans Jawa, Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi), dia berharap bisa tuntas dalam lima tahun ke depan.
Tak lupa, infrastruktur konektivitas di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Sulawesi juga harus diselesaikan.
"Sekarang pun dari 6.000 km jalan nasional yang sudah kita bangun, itu masih terus akan dibangun untuk konektivitas,” ujarnya.
Disebutkannya juga, infrastruktur memiliki dua peran utama. Pertama, sebagai sarana produksi dan penunjang pertumbuhan ekonomi. Kedua, sebagai pemenuhan layanan dasar.
"Pemerintah juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dan dukungan kelembagaan dalam keberhasilan berbagai pelaksanaan program untuk mendukung kemakmuran masyarakat," pungkas Basuki.
Sebelumnya, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Triono Junoasmono mengungkapkan, Indonesia menghadapi tantangan besar terkait pembangunan infrastruktur untuk mendukung Visi Indonesia Emas 2045.
“Indonesia dengan populasi sekitar 280 juta jiwa masih menghadapi tantangan akses air minum perpipaan,” ujarnya.
Terkait hal tersebut, akses rumah tangga perkotaan terhadap air minum perpipaan ditargetkan mencapai 100 persen pada 2045.
Capaian rumah tangga dengan akses air minum perpipaan masih stagnan di angka 19,76 persen, cukup rendah dibandingkan negara ASEAN lainnya.
Sementara pada sektor sanitasi, Indonesia baru mencapai 12 persen akses sanitasi aman dari target 30 persen pada 2024.
Untuk mencapainya dibutuhkan investasi hingga Rp 140,9 triliun dengan proporsi APBN sebesar Rp73,5 triliun (52 persen).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung