Selasa, 10 OKTOBER 2023 • 20:30 WIB

Bahas Maraknya Berita Hoax, Kapolda Metro Singgung Warga Seolah Jadi Jurnalis

Author

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto.

INDOZONE.ID - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto membahas maraknya penyebaran berita hoax di era saat ini.

Dia juga berbicara seputar masyarakat biasa yang menghasilkan produk seolah-olah dirinya menjadi jurnalis.

"Di era industri 5.0 masyarakat bisa mengakses, mengupload, mengunduh serta menyampaikan informasi di dunia maya dengan mudah," kata Irjen Karyoto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (10/10/2023).

"Itu bisa memberikan manfaat positif maupun manfaat negatif. Salah satu dampak negatif kegiatan tersebut munculnya informasi palsu, hoax," sambungnya.

Baca Juga: Bareskrim Bongkar Isi Materi Pertanyaan ke Rocky Gerung Soal Hoax, Ini Isinya

Hal tersebut disampaikan Irjen Karyoto dalam sambutannya di acara Deklarasi Anti Hoax yang digelar di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya (BPMJ).

Pembahasan ihwal berita hoax kata Karyoto, disampaikannya dengan tujuan mengantisipasi sebaran berita hoax jelang pemilu.

Jenderal polisi bintang dua itu kemudian menyinggung terkait pengemasan berita yang kerap ditampilkan dan disebarkan oleh masyarakat umum. Padahal, isinya belum tentu ada.

"Banyak peristiwa yang sebenarnya tidak terjadi dianggap jadi berita. Dikemas sedemikian rupa deengan tujuan dipercaya masyarakat," kata Karyoto.

Baca Juga: Terancam 6 Tahun Bui, Lansia Ngaku Menyesal Sebar Hoax Pendemo Ditikam Aparat

Hal ini lah yang membuat munculnya fenoma citizen jurnalism atau cyber jurnalism, yang berarti muncul masyarakat bukan wartawan namun berperan atau melakukan aktivitas seperti jurnalis.

Karyoto kemudian membeberkan dampak positif maupun negatif dari adanya fenomena ini.

"Kebiasaan ini secara tidak langsung menjadikan setiap orang seolah-olah menjadi seorang jurnalis dalam menyebarkan sebuah informasi," ujarnya.

"Perilaku ini berdampak positif sebagai penyebaran informasi dengan cepat, tanpa sensor dan berita lebih beragam namun, ini untuk konten bersifat fakta, tanpa fitnah dan bersifat pencerahan," kata Karyoto.

"Perilaku ini juga berdampak negatif, rentan akan hoax dan kurangnya akurasi terkait berita yang dipublikasikan," lanjutnya.

Writer: Putri Surya Ningsih

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU