Senin, 04 SEPTEMBER 2023 • 07:47 WIB

Berkat Konsep Bergerak Bersama, Kota Semarang Borong 6 Penghargaan Dalam Sepekan

Author

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryati berhasil membawa Kota Semarang meraih beragam penghargaan.

INDOZONE.ID - Pemerintah Kota Semarang memborong enam penghargaan dalam sepekan, berkat penerapan konsep 'Bergerak Bersama'.

Dengan konsep ini, program-program Pemkot Semarang dapat berjalan optimal, dengan semua pihak terlibat dalam memajukan Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.

Adapun penghargaan yang diraih sangat beragam, seperti penurunan stunting, menekan inflasi, perbaikan lingkungan hidup, hingga mendongkrak perekonomian melalui bidang pariwisata.

Pada 28 Agustus 2023, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dinobatkan sebagai salah satu 'Perempuan Berpengaruh' kategori Influential In Female Leadership oleh Dream.Co.Id.

Apresiasi Perempuan Berpengaruh merupakan bentuk dari penghargaan atas dedikasi dan komitmen luar biasa dari para kaum hawa, termasuk Mbak Ita-sapaan akrab Hevearita.

Apresiasi ini memberikan penghormatan kepada mereka, serta memperkuat semangat serta motivasi untuk terus menginspirasi orang lain.

Apresiasi Tokoh Indonesia

Pada 29 Agustus 2023, Mbak Ita mendapat apresiasi sebagai tokoh Indonesia dari Tempo.

Baca Juga: Ganjar Kembali Cetak Hattrick Penghargaan, Kali Ini KUR Award 2022

Sebagai nakhoda Pemkot Semarang, Mbak Ita, dinilai begitu inovatif membuat program-program untuk memajukan Kota Semarang, utamanya di bidang pariwisata.

Tempo menilai Kota Semarang memiliki potensi pariwisata yang sangat besar yang berhasil dioptimalkan oleh Pemkot. Tidak asal memoles, pembangunan pariwisata di ibu kota Jawa Tengah memiliki karakter yang sangat kuat,seperti tampak di kawasan heritage Kota Lama, Pecinan, dan Kampung Melayu.

Tempo pun memberi penghargaan Pemerintah Kota Semarang dengan kategori Pariwisata Berkarakter. Penghargaan diserahkan di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta.

Penghargaan Dharma Bakti Pramuka

Selanjutnya, pada 30 Agustus 2023, Mbak Ita menerima penghargaan Lencana Dharma Bakti dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Kak Ita selaku Ketua Majelis Pembimbing Kwartir Cabang Kota Semarang, menerima penghargaan ini atas sumbangsih tenaga, pikiran, milik, dana, serta fasilitas yang telah berdampak signifikan terhadap pembinaan serta pengembangan Gerakan Pramuka, khususnya di Kwartir Cabang Kota Semarang.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Kwartir Daerah Jawa Tengah, Kak Ganjar Pranowo, bersama Ketua Kwartir Daerah Jawa Tengah Kak Siti Atiqoh Suprianti, pada upacara peringatan Hari Pramuka ke-62 tingkat Kwartir Daerah Jawa Tengah yang dilaksanakan di Objek Wisata Bukit Tangkeban Pemalang.

Komitmen Jaga Lingkungan

Berkat inovasi Mbak Ita, Pemkot Semarang juga meraih penghargaan Nirwasita Tantra kategori green leadership Nirwasita Tantra Tahun 2023.

Penghargaan ini diserahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya di Jakarta, Selasa (2/8/2023). Pemkot Semarang dinilai inovatif dalam memperbaiki kualitas lingkungan hidup, termasuk menyikapi isu-isu lingkungan hidup.

Nirwasita Tantra sebagai bentuk Green Leadership merupakan penghargaan pemerintah untuk keberhasilan dalam kepemimpinannya yang berhasil merumuskan dan menerapkan kebijakan, dan program kerja sesuai prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan, guna memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya.

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryati berhasil membawa Kota Semarang meraih beragam penghargaan
Menteri Siti mengungkapkan, sesuai Undang-undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, peraih penghargaan Nirwasita Tantra akan dilaporkan kepada Kementerian Keuangan sebagai pertimbangan untuk pengalokasian Dana Insentif Daerah dari Bidang Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Artinya dukungan pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan dapat berjalan harmonis antara pemerintah pusat, dalam hal ini KLHK, dengan Pemerintah Daerah.

Semarang Kota dengan Inflasi Terendah

Pemkot Semarang juga masuk dalam nominasi TPID Award 2022 berkat keberhasilan menekan angka inflasi. Ini baru pertama kali Kota Semarang masuk nominasi, melalui program 'Pak Rahman'.

Berdasar berita resmi statistik mengenai perkembangan indeks harga konsumen/inflasi Juni 2023 yang dikeluarkan oleh BPS Kota Semarang, tercatat inflasi Kota Semarang berada di angka 2,95 secara year to year. Sedangkan untuk month per month sebesar 0,02 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,24.

Capaian tersebut menjadikan Semarang sebagai peringkat satu kota dengan inflasi terendah pada hari besar keagamaan Idul Adha. Angka inflasi tersebut bahkan di bawah DKI Jakarta dan nasional.

Baca Juga: Kota Semarang Sabet Penghargaan Kota Paling Berkelanjutan di Bidang Tata Ruang dan Infrastruktur dari UI

Keberhasilan Pemkot Semarang dalam menekan inflasi berkat inovasi mbak Ita, di antaranya melalui program Pak Rahman (Pasar Mudah Sehat dan Aman) dan menggencarkan urban farming. Tingkat inflasi tahun ke tahun (Juni 2023 terhadap Juni 2022) inflasi di angka 2,95 persen.

“Alhamdulillah, ini berkat kerja keras semua pihak. Dampak positif Pak Rahman (Pasar Murah Sehat dan Aman) yang diadakan di seluruh kecamatan yang juga kita perluas ke tempat-tempat ibadah,” terang wali kota.

Turunkan Stunting secara Signifikan

Mbak Ita juga meraih penghargaan kategori Excellent Award For Strategic Initiative Program Pengentasan Stunting dari I News, pada Kamis (31/8/2023) lalu. Penghargaan diberikan atas keberhasilan Kota Semarang menekan angka stunting.

Sesuai konsep Bergerak Bersama, Mbak Ita menggandeng berbagai pihak untuk menekan stunting. Seperti Rumah Sigap ini yang bekerja sama kemitraan antara Tanoto Foundation.

Keunggulan dari program kemitraan ini adalah memberikan pelayanan penanganan mental, motorik, edukasi, kegiatan konsultasi kepada anak maupun orang tuanya. Termasuk melakukan stimulasi yang cukup supaya membantu pertumbuhan dan perkembangan otak anak-anak.

Menurut Mbak Ita, agar optimal penanganan stunting tidak hanya menyasar pada anak saja, tetapi juga ibu hamil dan remaja calon pengantin. Karena ibu hamil dan remaja putri yang tidak cukup gizi berpotensi menghasilkan keturunan stunting.

Penanganan stunting di Kota Semarang dinilai Kepala BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo telah membuahkan hasil positif. Berdasar Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), tercatat penurunan angka stunting Kota Semarang berada di angka 10.9 persen.

Hasto juga mengapresiasi dan menjadikan inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang sebagai percontohan serta rujukan pengendalian stunting di Indonesia.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU