Jumat, 12 NOVEMBER 2021 • 13:36 WIB

Dua Hari Berturut-turut Rusia Kirim Bom Nuklir di Belarus, di Tengah Krisis Migrasi

Author

Rusia telah mengirim dua pengebom strategis Tu-160 berkemampuan nuklir dalam misi pelatihan di atas Belarus. (Reuters)

Dua hari berturut-turut Rusia mengirim bom berkemampuan nuklir dalam misi pelatihan di Belarus. Hal ini dilakukan untuk mendukung sekutunya di tengah perselisihan migrasi di perbatasan UE dengan Polandia dan Lithuania.

Dua bomber strategis Tu-160 Rusia melakukan latihan pengeboman di lapangan tembak Ruzany, sekitar 60 kilometer sebelah timur perbatasan Belarusia dengan Polandia pada Rabu dan Kamis.

Dilansir ABC News, Kementerian Pertahanan Belarusia mengatakan penerbangan Rusia saat ini akan dilakukan secara teratur, karena bagian dari misi pelatihan bersama.

Sementara itu, presiden Belarusia, Alexander Lukashenko, mengatakan dia membutuhkan bom untuk membantunya menavigasi yang menjadi ketegangan, saat ribuan pengungsi dan migran berkumpul di sisi Belarusia dari perbatasan Polandia.

Baca juga: Ancaman AS dan NATO Meningkat, Rusia Kembangkan Sistem Pertahanan S-550

"Kami harus terus memantau situasi di perbatasan. Biarkan mereka mencicit, biarkan mereka berteriak," kata Lukashenko.

Sebagian besar migran di daerah perbatasan masih terjebak antara layanan keamanan Belarusia dan Polandia. Para migran harus bertahan dalam cuaca dingin di kamp-kamp darurat.

Sejauh ini, Polandia telah melaporkan setidaknya tujuh kematian migran, setelah krisis selama berbulan-bulan.

Pemerintah Polandia kian mendapat kritikan karena tidak memperlakukan migran secara tidak manusiawi dan tidak memberikan mereka pengajuan permohonan perlindungann internasional.

Tapi pemerintah mengatakan para migran tanggung jawab Belarus, karena mereka secara hukum berada di wilayahnya.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU