Bak Tahun 90-an, Begini Potret Hari Pertama Masuk Sekolah di Afghanistan, Hanya Ada Lelaki
Seorang jurnalis asing membagikan potret bagaimana keadaan hari pertama masuk sekolah di ibu kota Kabul, Afghanistan setelah pemerintahan dikuasai oleh Taliban.
Sebelumnya, aktivitas pendidikan diliburkan selama satu bulan setelah Taliban mengambil alih pemerintahan lama.
Jurnalis bernama Sune Engel Rasmussen melalui akun Twitternya, @suneengel mengunggah foto yang memperlihatkan situasi di salah satu sekolah menengah di Kabul pada hari pertama masuk sekolah, Sabtu (18/9/2021).
Dalam cuitannya, dia mengatakan hanya ada murid laki-laki yang masuk sekolah. Sementara murid perempuan tidak ada dan memang tidak dibolehkan oleh pemerintah.
"Sabtu pagi di Kabul: mulai hari ini, anak laki-laki Afghanistan dari kelas 7 diizinkan kembali ke sekolah. Perempuan tidak," cuit dia seperti dikutip Indozone, Sabtu (18/9/2021).
Saturday morning in Kabul: from today, Afghan boys from grade 7 are allowed to return to school.
— Sune Engel Rasmussen (@SuneEngel) September 18, 2021
Girls are not.
By not permitting girls to return to school, the Taliban have de facto banned girls’ secondary education for the 1st time since their regime in the 90s #Afghanistan pic.twitter.com/MjBpMsfZNW
Diketahui, pada Jumat (17/9/2021), Taliban mengumumkan sekolah menengah akan dibuka kembali pada Sabtu (18/9/2021) setelah penutupan satu bulan.
Namun dalam pengumuman itu, Taliban hanya membolehkan anak laki-laki saja yang pergi ke sekolah untuk menempuh pendidikan.
Pengumuman tersebut menjadikan Afghanistan satu-satunya negara di dunia yang melarang separuh penduduknya mengenyam pendidikan menengah.
"Dengan tidak mengizinkan anak perempuan kembali ke sekolah, Taliban secara de facto melarang pendidikan menengah anak perempuan untuk pertama kalinya sejak rezim mereka di tahun 90-an," lanjut jurnalis tersebut.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: