Jumat, 02 JULI 2021 • 15:13 WIB

70 Tentara Paramiliter Pakistan yang Menolak Vaksin Covid-19 Ditangguhkan

Author

Vaksinasi di Pakistan. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Sebuah provinsi Pakistan telah menangguhkan 70 tentara paramiliter tanpa bayaran setelah mereka menolak menerima vaksin Covid-19, kata para pejabat, dikutip dari AFP.

Tentara tersebut diskors di provinsi Balochistan selatan pada Rabu (30/6/2021), kata Habib Ahmed Bangalzai, seorang pejabat senior setempat.

"Mereka juga tidak akan mendapatkan gaji mereka," tambah Bangalzai.

Pasukan dari Balochistan Levies, pasukan paramiliter yang membantu polisi dengan penegakan hukum, memiliki kontak langsung dengan publik, kata pejabat itu.

Wali Breach, pejabat senior pemerintah membenarkan penangguhan tersebut.

Langkah itu dilakukan setelah pemerintah nasional menyarankan semua karyawan untuk divaksinasi.

Pada hari Kamis, pihak berwenang Balochistan menerapkan larangan bahwa orang yang tidak divaksin tidak diizinkan memasuki kantor pemerintah, taman umum, pusat perbelanjaan dan transportasi umum.

Dalam beberapa minggu terakhir, peluncuran vaksin di Pakistan telah ditingkatkan dengan lebih dari 350.000 dosis diberikan hampir setiap hari.

Hampir 16 juta vaksin sudah diberikan sampai saat ini. Tapi efek samping dari vaksin yang diklaim dapat menyebabkan mandul dan kematian dalam waktu 2 tahun membuat warga ragu untuk divaksin.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU