Prajurit TNI AD Serda Aprilia Manganang telah selesai menjalani operasi yang disebut Corrective Surgery tahap pertama. Setelah operasi, Manganang kembali muncul di hadapan publik. Namun, kali ini ia tampil berbeda.
Manganang muncul dengan seragam TNI laki-laki. Baju dinas tersebut membuat Manganang terlihat gagah. Rambutnya juga tampak pendek dan rapi. Mantan atlet voli tersebut kini telah menjadi lelaki seutuhnya.
Dalam foto, Manganang juga terlihat tersenyum. Wajahnya tampak lega karena ia akhirnya bisa menemukan jati dirinya setelah puluhan tahun menjalani hidup dengan status gender perempuan.
Baca juga: Status Baru Serda Aprilia Manganang Setelah Jadi Laki-laki, Langsung Jadi Ajudan Jenderal
Momen Manganang berpakaian rapi dengan baju dinas TNI laki-laki tersebut diambil saat ia menjalani sidang pengadilan terkait jenis kelamin pada Jumat (19/3/2021).
Manganang telah lama dianggap berjenis kelamin wanita. Namun, kini ia diakui dan resmi dinyatakan sebagai seorang laki-laki. Manganang sejak lahir memang berjenis kelamin pria.
Namun, dia mengalami kelainan medis yang disebut hipospadia, yakni kelainan bentuk kelamin yang kerap dialami bayi laki-laki saat dilahirkan. Keluarganya dan tenaga medis yang menanganinya, kata dia, tak begitu paham dengan jenis kelainan ini.
Pada saat itu Serda Aprilia Manganang pun dinyatakan sebagai perempuan lantaran alat kelamin yang dimilikinya memang sedikit berbeda.
Pihaknya baru mengetahui kondisi mantan atlet voli putri itu setelah menjalani serangkaian pemeriksaan medis di Rumah Sakit Angkatan Darat Wolter Monginsidi, Manado dan RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, pada bulan Februari 2021.
Hipospadia adalah suatu kelainan yang dialami oleh bayi laki-laki, yakni letak lubang kencing pada bayi tidak normal.
Pada beberapa kasus ditemukan pula uretra berada di pertemuan antara batang penis dan kantong buah zakar. Kelainan ini terjadi sejak lahir. Berdasarkan catatan medis, kondisi ini bisa menyerang 4 dari 1.000 bayi laki-laki yang lahir.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: