Film Animasi Nussa dari studio The Little Giantz dan Visinema Pictures telah meluncurkan trailer resmi pada Minggu (10/1/2021). Film tersebut akan segera ditayangkan di bioskop. Namun, rencana penayangan ini justru mendapat kritikan dari Denny Siregar.
Denny Siregar melalui cuitan di akun Twitter-nya mempertanyakan film Nussa ke produser film Nussa, Angga Dwimas Sasongko. Denny menganggap bahwa film Nussa adalah bagian dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan dibidani oleh Ustadz Felix Siauw.
"Mas @anggasasongko apa gak paham ya, kalau pilem Nusa ini yg bidani Felix Siaw?," kata kata Denny, Senin (11/1/2021).
Denny juga membahas soal baju yang dikenakan tokoh Nussa yang menurutnya tidak menunjukkan ciri khas anak-anak yang beragama Islam di Indonesia. Dia mengatakan bahwa ciri khas Muslim di Indonesia adalah sarungan atau memakai sarung.
Terkait film anak tersebut, Denny pun mengingatkan Angga untuk berhati-hati agar tidak menjadi jembatan propaganda.
"Liat aja bajunya si Nusa, emang anak muslim Indonesia bajunya model gurun pasir gitu ? Setau saya, dr dulu kita sarungan deh. Hati2 mas, jangan jd jembatan propaganda mrk," kata Denny.
Denny kemudian menyarankan agar Angga menitu film animasi Malaysia Upin Ipin yang tidak berbicara soal agama dan tidak berpakaian agama kecuali di hari besar.
Mas @anggasasongko kenapa ga tiru Upin Ipin ? Mrk tdk bicara agama, mrk tdk berpakaian agama kecuali pas hari besar saja.
— Denny siregar (@Dennysiregar7) January 11, 2021
Tokoh2nya beragam dr ras melayu, china smp india. Ada usaha keras utk menyatukan ras2 di Malaysia..
Bukannya malah besarkan film eksklusif binaan HTI..
"Mas @anggasasongko kenapa ga tiru Upin Ipin ? Mrk tdk bicara agama, mrk tdk berpakaian agama kecuali pas hari besar saja. Tokoh2nya beragam dr ras melayu, china smp india. Ada usaha keras utk menyatukan ras2 di Malaysia.. Bukannya malah besarkan film eksklusif binaan HTI," kata Denny lagi.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: