Jacob Blake (29), seorang pria kulit hitam ditembak polisi dari jarak dekat pada Minggu 22 Agustus 2020 waktu setempat. Ironisnya, peristiwa penembakan tersebut disaksikan ketiga anaknya yang berada di dalam mobil.
Sebuah video beredar di media sosial (medsos) memperlihatkan penembakan polisi saat Blake sedang berjalan menuju mobilnya dan diikuti dua petugas kepolisian bersenjata api. Saat hendak masuk ke dalam mobil dengan membuka pintu depan, salah seorang polisi menarik kaus Blake dan menembak punggungnya dari jarak dekat.
Terdengar 7 kali letusan tembakan saat itu. Blake dilaporkan mengalami cedera parah dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Sementara, ketiga anaknya yang ada di dalam mobil diketahui melihat peristiwa penembakan Blake.
Dikutip dari VOA, Gubernur Wisconsin Tony Evers mengerahkan Garda Nasional ke Kota Kenosha untuk mencegah kekerasan setelah polisi menembak Blake.
Evers menjelaskan, pihaknya tidak mendapat informasi rinci mengenai penembakan ini. Warna kulit dari para petugas polisi yang terlibat tidak diumumkan, tetapi penembakan ini memicu kekerasan dan aksi demonstrasi di Kenosha, sebuah kota pekerja berpenduduk seratus ribu dan terletak antara Chicago dan Milwaukee.
“Kami tidak memiliki semua rincian peristiwa ini, yang kami tahu pasti dia bukan kulit hitam pertama yang ditembak atau dicederai atau dibunuh oleh penegak hukum di negara bagian atau negara kami,” kata Evers, yang merupakan politikus Partai Demokrat itu.
Cops tried to arrest Jacob Blake who had a warrant and previous convictions for violent crime. They tried to use a taser. Blake, with guns pointed at him, kept walking to his car and reached inside. Then he was shot. That’s all we know at this point.
— Matt Walsh (@MattWalshBlog) August 24, 2020
pic.twitter.com/14yF3smpP1
Kandidat presiden Partai Demokrat Joe Biden mengatakan, penembakan ini harus segera diselidiki.
"Penyelidikan segera, penuh, dan transparan, dan para petugasnya harus diminta pertanggung-jawaban mereka,” kata Biden.
“Penembakan ini merobek-robek jiwa negara ini. Keadilan yang setara bukan hal nyata untuk warga kulit hitam Amerika dan banyak warga lainnya … kita harus membongkar rasisme yang sistematik,” sambungnya.
Petugas yang terlibat dalam pemebakan pria kulit hitam diketahui telah dibebaskan dari tugas-tugas mereka dan sebuah jam malam diberlakukan di Kenosha dan daerah sekitarnya menyusul aksi demontrasi warga.
Artikel Menarik Lainnya :
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: