Kamis, 14 MEI 2020 • 10:09 WIB

Bank Sentral Amerika Isyaratkan Stimulus Lanjutan, Harga Emas Menguat

Author

Ilustrasi emas batangan (ANTARA)

Harga emas dunia menguat, Rabu (13/5/2020), setelah Chairman Bank Sentral AS Federal Reserve, Jerome Powell menjanjikan langkah-langkah stimulus lanjutan untuk meringankan pukulan ekonomi akibat virus corona.

Powell mengatakan, Amerika Serikat dapat menghadapi 'periode perpanjangan' pertumbuhan yang lemah dan pendapatan yang mandek serta mengeluarkan seruan untuk belanja fiskal lebih banyak.

Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi USD1.709,75 per ounce pada pukul 01.00 WIB, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Rabu (13/5/2020) atau Kamis (14/5/2020) dini hari WIB. Harga naiknya sebanyak 0,9%, tetapi menyusut setelah Powell menolak gagasan untuk menggunakan suku bunga negatif sebagai alat stimulatif. Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat ditutup 0,6% lebih tinggi menjadi USD1.716,40 per ounce.

"The Fed memiliki sejumlah opsi lain, jadi ada kemungkinan kita bisa melihat pelonggaran kuantitatif tambahan atau kebijakan berkelanjutan yang akan memungkinkan latar belakang positif bagi pasar emas," kata analis Standard Chartered Bank, Suki Cooper, dikutip dari Reuters. 

"Kami memperkirakan suku bunga global tetap rendah, dan negatif di beberapa negara, dan itu terus memberikan latar belakang yang menguntungkan bagi emas," tuturnya. 

Ekonomi Amerika kehilangan 20,5 juta pekerjaan pada April, karena warga negara terpaksa tinggal di rumah dan bisnis ditutup untuk mengekang penyebaran virus corona, yang menginfeksi 4,31 juta orang di seluruh dunia.

Bank sentral dan pemerintah merilis dukungan fiskal dan moneter yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi ekonomi agar terhindar dari pandemi tersebut.

Emas cenderung mendapatkan keuntungan dari langkah-langkah stimulus yang luas karena dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Indeks Dolar AS (DXY) relatif stabil, sementara saham Wall Street tergelincir setelah pernyataan Powell. Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, berada di level tertinggi tujuh tahun.

Di tempat lain, palladium anjlok 2,8% menjadi USD1.808,54 per ounce, setelah sebelumnya jatuh ke level terendah satu pekan di posisi USD1.761,80 per ounce.

Permintaan untuk autocatalyst itu tertekan oleh penjualan mobil yang rendah secara global, dengan lembaga pemeringkat Moody's memproyeksikan penurunan 20% dalam penjualan mobil tahun ini.

Perak naik 0,3% menjadi USD15,45 per ounce, dan platinum menguat 0,8% menjadi USD759,29 per ounce. 

Sementara itu dari dalam negeri, harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik pada hari ini, Kamis (14/5/2020). 

Mengutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp910.000. Harga emas Antam ini naik Rp2.000 dari harga Rabu (13/5/2020) lalu di Rp908.000.

Sementara, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga naik Rp3.000 dan berada di Rp815.000. 

Artikel menarik lainnya

Mudik Lokal Jabodetabek Diperbolehkan, Korlantas Polri: Asal Ikut Aturan PSBB

Hendak Bubarkan Tawuran di Jakbar, Anggota Polisi Malah Kena Bacok

Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran, Satgas Pangan Polri Sidak ke Pasar

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU