Selasa, 07 APRIL 2020 • 21:21 WIB

Lawan Virus Corona, Perusahaan Blockchain Donasikan 1.000 Alat Rapid Test

Author

Ketua Umum IDI, dr. Daeng M. Faqih menerima donasi 1000 alat rapid test Covid-19 dari pihak Tokoin dan Prevent Homedik. (Tokoin)

Perusahaan blockchain global, Tokoin bekerja sama dengan Prevent memberikan donasi 1.000 alat rapid test untuk membantu melawan virus corona. Bantuan ini disalurkan melalui Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada Senin (6/4/2020).

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IDI. dr. Daeng M. Faqih mengapresiasi bantuan berupa alat rapid test ini. Rapid test ini sendiri digunakan untuk kelompok yang rentan tertular. Salah satunya petugas kesehatan yang jumlah dan kebutuhannya sangat besar.

"Jumlah dokter di Indonesia ada sekitar 200 ribu orang, Sedangkan jumlah perawat ada satu juta orang. Jadi memang kebutuhannya besar," kata Daeng di kantor PB IDI, Jakarta dikutip dari siaran pers yang diterima Indozone, Selasa (7/4/2020).

Ilustrasi rapid test (freepik)

Daeng menambahkan, petugas kesehatan memang salah satu orang yang paling membutuhkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) hingga rapid test.

Senada dengan Daeng, Reiner Rahardja selaku CEO dari Tokoin mengatakan tim medis adalah garda pertahanan terakhir untuk mencegah virus corona. Sedangkan garda terdepan adalah masyarakat yang tugasnya tetap di rumah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

"Tim medis adalah garda pertahanan terakhir yang mencegah agar tidak lebih banyak nyawa melayang, itulah kenapa kita harus men-support garda terakhir agar tidak ikut tumbang”, jelas Reiner.

Menurutnya, donasi ini bertujuan untuk mendukung dan membantu tenaga medis Indonesia yang sedang berjuang mengatasi virus corona di Indonesia. Selanjutnya, donasi yang masuk akan dikontribusikan untuk membantu mencukupi kebutuhan alat-alat medis lainnya.

"Pada saat ini alat-alat kebutuhan medis juga mengalami kelangkaan dan kebutuhan akan alat-alat tersebut meningkat secara signifikan," pungkas Reiner.


Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU