Jika tidak ada aral melintang, awal September mendatang Angkatan Udara Korea Selatan bakal memiliki armada pesawat nir awak RQ-4 Block 30 Remotely Piloted Aircraft (RPA) Global Hawk. Korea Selatan mendapatkan pesawat nir awak ini lewat skema kerja sama dengan Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DCSA) Amerika Serikat.
Didesain sebagai pesawat nir awak untuk tugas pengintaian, RQ-4 Global Hawk yang terbang perdana pada 28 Februari 1998 ini, merupakan produk Northrop Grumman, pabrikan persenjataan dan dirgantara yang berbasis di Virginia, Amerika Serikat.
Global Hawk adalah pesawat nir awak terbesar dan tercanggih yang beroperasional saat ini, serta mendapat sertifikasi dari Federal Aviation Administration (FAA) untuk lepas landas dan mendarat di bandara sipil secara otomatis.
Sejatinya, RQ-4 yang dikembangkan oleh anak usaha Northrop Grumman, Teledyne Ryan Aeronautical ini mampu berpatroli selama 30 jam, mencapai ketinggian 18 ribu meter. Saat pengujian, RQ-4 mampu terbang dari Ameriksa Serikat menuju Asutralia dan kembali lagi ke Amerika Serikat dengan membawa sejumlah alat pengintai.
RQ-4 Global Hawk sendiri mulai bergabung dengan militer Amerika Serikat pada tahun 2004, namun baru memulai misi tempurnya pada Maret 2006. Sat ini, ada enam varian RQ-4, yakni Block 0 (ACTD), Block 10, Block 20, Block 30 (Multi SIGINT), Block 40 dan Notional Block X.
Kecepatan maksimalnya mencapai 629 km per jam, dengan kecepatan jelajah mencapai 575 km per jam. Mampu terbang selama 32 jam non stop, pesawat nir awak ini mampu terbang sejauh 22.779 km.
Untuk operasional, RQ-4 Global Hawk dilengkapi radar aperture sintetis resolusi tinggi (SAR) dan sensor elektro-optik/infra merah (EO/IR). Harga per unitnya mencapai $ 131,4 juta dolar Amerika Serikat.
"Global Hawk dapat melakukan misi di dataran tinggi, yang sebelumnya tidak bisa dilakukan militer Korea Selatan. Mampu mendeteksi hingga jarak 200 kilometer dari garis demarkasi militer, tanpa perlu masuk ke wilayah udara Korea Utara," terang Sekretaris Forum Pertahanan dan Keamanan Korea Selatan Shin Jong-woo seperti dilansir Reuters, Rabu (7/8/2019).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: