Sabtu, 14 FEBRUARI 2026 • 12:05 WIB

Pemerintah Aceh Tengah Bentuk Tim Penyalur Daging Meugang Bagi Masyarakat Terdampak Bencana, Tiap Desa Dapat Rp25 Juta

Author

Ilustrasi daging sapi. (ANTARA FOTO/Saiful Bahri)

INDOZONE.ID - Menjelang bukan suci Ramadan 1447 H tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menerima alokasi dana sebesar Rp. 8,05 miliar dari Pemerintah Pusat. 

Anggaran itu untuk digunakan bagi penyediaan daging meugang bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh Tengah. Praktik ini biasa dilakukan di bulan Ramadan.

Meugang merupakan tradisi masyarakat Aceh, di mana daging dimask lalu dinikmati bersama keluarga dan kerabat. 

Dana tersebut merupakan bagian dari total bantuan sapi meugang senilai Rp. 72.750.000.000 yang disalurkan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada 19 kabupaten/kota yang terdampak bencana.

Baca juga: Gunung Semeru Alami Erupsi 5 Kali Luncurkan Awan Panas Guguran pada Hari Ini

Menanggapi hal tersebut Pemerintah Aceh Tengah membentuk tim penyaluran guna memastikan distribusi bantuan berjalan cepat, tertib, dan tepat sasaran. 

Bantuan tersebut diprioritaskan bagi warga yang terdampak bencana di seluruh desa. 

Distribusi daging meugang akan segera dilaksanakan agar manfaatnya dapat dirasakan sebelum momentum meugang tiba.

Pemerintah daerah akan menerbitkan surat edaran bahwa daging meugang dapat dimasak dan dinikmati bersama di masing-masing kampung atau dibagikan langsung kepada setiap keluarga sesuai kesepakatan masyarakat setempat.

Baca juga: Presiden Prabowo Optimistis Ekonomi 2026 Tumbuh di Atas Target, Program Makan Gratis Jadi Motor

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menetapkan bahwa alokasi anggaran sebesar Rp 25 juta per desa secara merata.

Adapun untuk kampung dengan jumlah penduduk lebih besar dan tingkat dampak bencana yang lebih parah alokasinya sebesar Rp 30 juta.

Lebih lanjut kata, ia juga menginstruksikan para camat untuk berkoordinasi dengan pengusaha lokal terkait ketersediaan kerbau guna menjamin kecukupan pasokan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan sosial masyarakat sekaligus menjaga tradisi meugang di daratan Gayo tetap hidup sebagai simbol kebersamaan, solidaritas, dan penguatan semangat masyarakat di tengah proses pemulihan dari Bencana Hidrometeorologi Aceh. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Rilis

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU