Senin, 26 JANUARI 2026 • 13:47 WIB

Restu Adi Pribadi Korban Jatuh Pesawat ATR 42-500 Dimakamkan di Klaten

Author

Prosesi pemakaman Restu Adi Pribadi.(Edelweis Ratushima/Z Creators)

INDOZONE.ID - Suasana berduka meliputi warga Dukuh Tlangu, Desa Bulan, Klaten, Jawa Tengah, saat jenazah Restu Adi Pribadi tiba di rumah duka, Minggu siang (25/1/2026).

Restu Adi Pribadi adalah seorang engineer (teknisi) pesawat yang bekerja untuk Indonesia Air Transport (IAT). Ia merupakan salah satu korban dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, pada 17 Januari 2026.

Jenazah diterbangkan dari Makassar menuju Yogyakarta International Airport (YIA) pukul 08.30 WIB. Dari YIA, jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Desa Bulan, tempat istri dan anak korban, Dyah Aprilia, tinggal bersama orang tuanya (mertua korban).

Jenazah kemudian dibawa menuju Masjid Baitul Hikmah. Ratusan takziah ikut menyolatkan. Setelah itu, jenazah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan sejenak.

Istri korban beserta anak dan saudaranya tak kuasa membendung rasa haru dan tangis saat berada di depan peti jenazah. Apalagi anak korban yang masih kecil, terus memanggil dan mendoakan ayahnya.

Baca juga: KKP Beri Penghormatan Terakhir Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

Upacara serah terima jenazah dan dokumen dilakukan dengan khidmat. Prosesi dipimpin oleh Adia Candra, Kepala Stasiun PSDKP Cilacap, mewakili Dirjen PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan. Selanjutnya, jenazah diterima Kepala Desa Bulan, Sudarsono, yang mewakili keluarga.

Seusai serah terima, jenazah dibawa menuju rumah duka kedua, yaitu di tanah kelahiran korban, Desa Sidoharjo, Kecamatan Polanharjo, Klaten, yang berjarak sekitar 10 kilometer.

Di rumah duka kedua, jenazah korban diterima oleh ayahnya, Suhadi Darmowitono. Sementara itu, ibu korban, Sudar Retnowati, telah almarhumah.

Setelah disholatkan, jenazah dibawa menuju TPU Sasono Loyo, Desa Sidoharjo, yang berjarak sekitar 1 kilometer dari rumah duka kedua. Korban dimakamkan bersebelahan dengan makam ibunya.

Menurut ayah korban, Suhadi, dirinya terakhir bertemu dengan anaknya pada Desember 2025. Korban dikenal sebagai sosok anak yang baik.

“Ketemu terakhir bulan Desember kemarin. Kalau masalah telepon, jarang dilakukan. Misal mau terbang ke mana, anak saya ini jarang pamit ke saya, pamitnya ke istrinya,” kata Suhadi di sela-sela prosesi pemakaman.

Ia menerima kabar duka ini dari istri korban, yang terlebih dahulu dihubungi oleh pihak kantor suaminya.

“Sebagai orang tua, saya merasa anak saya ini sosok yang baik, sayang sama keluarga,” ujar Suhadi.

Korban Berencana Mampir Delanggu Naik Kereta Api

Restu Adi Pribadi (Edelweis Ratushima/Z Creators)

Satu bulan sebelum peristiwa nahas ini terjadi, istri korban, Dyah Aprilia, dan anaknya, Aprillia Winda Ramadhani, pulang kampung ke Desa Bulan karena ayah Dyah sakit. Selama ini, korban dan keluarganya tinggal di kawasan Halim, Jakarta.

Menurut kakak Dyah, Bambang, komunikasi intens selalu dilakukan. Setiap hari korban rutin menelepon anak dan istrinya.

Sehari sebelum kejadian, korban menelepon istrinya dan menyampaikan rencana ke Makassar dari Yogyakarta. Jika ada waktu, ia berencana mampir ke rumah di Desa Bulan dengan naik kereta api dan turun di Stasiun Delanggu yang jaraknya sekitar 1 kilometer.

“Namun karena tidak ada waktu untuk mampir, Dik Restu tidak jadi mampir. Dia video call sama istrinya dan bilang mau langsung ke Makassar pada Sabtu pagi (17/1/2026). Nanti bila sudah sampai akan dikabari lagi,” jelas Bambang.

Namun hingga siang bahkan sore hari, korban tidak pernah menghubungi. Istrinya sempat mengirim pesan dan voice note, tetapi hanya centang satu.

Baca juga: Semua Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Telah Ditemukan: Momen Haru pun Tersaji!

Lalu, pada pukul 15.00 WIB, pihak kantor menghubungi Dyah dan menyampaikan bahwa pesawat ATR 42-500 yang ditumpangi korban bersama penumpang lainnya mengalami loss contact.

“Adik saya, Dyah, disuruh bersabar dan berdoa agar pesawatnya selamat,” tambah Bambang.

Di mata Bambang, adik iparnya dikenal sebagai orang yang baik, rendah hati, dan mudah bergaul. Dengan warga sekitar pun ia cepat akrab.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU