Minggu, 18 JANUARI 2026 • 16:00 WIB

5 RT dan 14 Ruas Jalan di Jakarta Utara Masih Terendam Banjir, Pemkot Percepat Penyedotan Air

Author

Pengendara sepeda motor menaiki gerobak untuk menerobos banjir di ruas Jalan Jembatan Tiga Raya, Penjaringan, Jakarta Utara. (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)Pengendara sepeda motor menaiki gerobak untuk menerobos banjir di ruas Jalan Jembatan Tiga Raya, Penjaringan, Jakarta Utara. (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)

INDOZONE.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak lima rukun tetangga (RT) dan 14 ruas jalan di wilayah Jakarta Utara masih terendam banjir akibat curah hujan tinggi pada Minggu.

“Informasi genangan banjir hingga pukul 15.00 WIB tercatat ada lima RT dan 14 ruas jalan yang masih terendam banjir,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan di Jakarta, Minggu (18/1/2026).

Yohan menjelaskan, lima RT tersebut tersebar di tiga kelurahan. Dua RT berada di Kelurahan Pademangan Timur dengan ketinggian air 20 hingga 30 sentimeter (cm), satu RT di Kelurahan Tanjung Priok dengan ketinggian 25 cm, serta dua RT di Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, dengan ketinggian banjir mencapai 40 hingga 45 cm.

Sementara itu, 14 ruas jalan yang masih tergenang tersebar di lima kecamatan, yakni Pademangan, Cilincing, Kelapa Gading, Penjaringan, dan Koja. 

Di Kecamatan Pademangan, genangan terjadi di Jalan Karang Bolong Raya, Ancol setinggi 20 cm, serta Jalan Gunung Sahari di depan Lantamal dengan ketinggian air mencapai 70 cm.

Baca juga: Tanggul Kalimalang Jebol, Wilayah Karawang Dilanda Banjir dan Warga Diminta Mengungsi!

Di Kecamatan Cilincing, banjir merendam Jalan Kampung Sepatan Rorotan setinggi 100 cm, Jalan Kalibaru Barat II setinggi 30 cm, Jalan Raya Cilincing Kalibaru setinggi 20 cm, Jalan Babek TNI Rorotan setinggi 40 cm, serta Jalan Cakung Cilincing Raya setinggi 20 cm.

Tiga ruas jalan di Kecamatan Kelapa Gading yang masih tergenang yaitu Jalan Boulevard Barat di depan Lotte Mart setinggi 15 cm, Jalan Boulevard Barat setinggi 20 cm, serta Jalan Boulevard Utara setinggi 15 cm.

Adapun di Kecamatan Penjaringan, genangan masih terjadi di Jalan Muara Baru depan Apartemen Pluit Sea View setinggi 30 cm dan jalan di depan pintu masuk Pelabuhan Nizam Zachman setinggi 40 cm. 

Sementara di Kecamatan Koja, banjir merendam Jalan Kramat Jaya depan Jakarta Islamic Center (JIC) dan Jalan Mangga, Kelurahan Tugu Utara, masing-masing setinggi 10 cm.

Yohan menyebutkan, dua RT di Kelurahan Ancol dan Kapuk Muara serta enam ruas jalan di Jakarta Utara telah dinyatakan surut.

“Enam ruas jalan yang banjirnya telah surut antara lain Jalan Gaya Motor Raya depan Kodim 0502/JU, Jalan Agung Raya Sunter Agung, Jalan Jembatan Tiga Raya Penjaringan, Jalan Pluit Selatan Raya, Jalan Pluit Raya, dan Jalan Tanah Merah Penjaringan,” ujarnya.

BPBD DKI Jakarta, lanjut Yohan, telah mengerahkan personel untuk memantau genangan di setiap wilayah serta berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat guna melakukan penyedotan air dan memastikan saluran berfungsi dengan baik.

“Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat,” katanya.

Sementara itu, banjir juga menyebabkan ratusan warga mengungsi. Sebanyak 201 warga RW 03 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, terpaksa meninggalkan rumah mereka karena genangan tidak memungkinkan untuk bertahan.

“Para pengungsi tersebar di beberapa masjid, mushalla, serta gardu warga yang dijadikan tempat penampungan sementara,” kata Lurah Pegangsaan Dua Sarmudi.

Ia merinci lokasi pengungsian berada di Masjid At-Taqwa RT 003/03, Masjid Al-Husnah RT 004/03, Gardu FBR dan Mushola Darul Mukmin RT 005/03, serta Masjid Jami Albahriyah RT 006/03. Sementara RT 007/03 tercatat tidak ada pengungsi.

Dari total 201 pengungsi, terdapat 19 lansia serta 37 balita dan anak-anak yang menjadi perhatian utama.

“Kami terus berkoordinasi dengan BPBD, kecamatan, dan Suku Dinas Sosial agar keselamatan serta kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi,” ujarnya.

Ia menambahkan kebutuhan mendesak saat ini meliputi popok dewasa dan balita, selimut, susu anak, perlak, biskuit, serta perlengkapan kebersihan dan kesehatan.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Jakarta Utara mengoptimalkan seluruh pompa air permanen dan portabel untuk mempercepat penyedotan banjir.

“Kami terus berkoordinasi dengan Dinas SDA, TNI, Polri, serta pengelola kawasan Ancol agar seluruh pompa dikerahkan untuk mempercepat penyedotan air,” kata Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat.

Ia menegaskan seluruh pompa milik SDA dalam kondisi siaga, termasuk pompa internal milik Ancol serta pembukaan pintu air Marina agar aliran air sungai dapat segera dialirkan ke laut.

Baca juga: Banjir Jakarta Minggu Pagi: 34 RT Terendam, 19 Jalan Tergenang

Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Utara Heria Suwandi menyatakan pihaknya telah mengoperasikan 50 stasiun pompa yang tersebar di 17 rumah pompa, serta mengerahkan 16 unit pompa portabel untuk mempercepat penurunan genangan.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz mengatakan petugas kepolisian disiagakan di sejumlah ruas jalan yang tidak dapat dilalui kendaraan.

“Pengendara kami arahkan menggunakan jalur alternatif agar tidak memaksakan melintas dan menghindari kendaraan mogok yang bisa memperparah kemacetan,” ujarnya.

Ia menambahkan, banjir di sejumlah wilayah seperti Kelapa Gading, Pluit, dan Semper Barat sebagian besar sudah berangsur surut, meski genangan masih cukup dalam di kawasan Gunung Sahari dan beberapa ruas di Kelapa Gading.

“Kami terus lakukan pemantauan hingga kondisi benar-benar aman,” kata Erick.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU