Jembatan Masih Terputus Hari Pertama Sekolah Guru di Daerah Terpencil Terpaksa Seberangi Sungai Pakai Tali Seling Demi Mengajar
INDOZONE.ID - Memasuki hari pertama sekolah tahun ajaran 2026, di beberapa titik Aceh Tengah yang aksesnya terputus, para guru terpaksa menyeberangi sungai dengan bergantung pada seutas tali seling karena jembatan utama hanyut diterjang banjir.
Dalam unggahan video milik Mita, salah satu guru di Ketol, pedalaman Aceh Tengah, terlihat ia harus mempertaruhkan nyawa dengan menyeberangi sungai hanya menggunakan seutas tali seling.
Kondisi ini terjadi di tengah upaya pemulihan sektor pendidikan pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatera dan sekitarnya pada akhir 2025.
Meskipun pemerintah telah menyiapkan sekolah darurat dan tenda untuk kegiatan belajar mengajar (KBM), akses fisik menuju lokasi tetap menjadi tantangan maut bagi para guru.
“Jembatan permanen kami sudah hilang terbawa arus bulan lalu. Pilihannya hanya naik tali seling ini atau memutar bukit selama tiga jam.
Hari ini hari pertama sekolah. Saya tidak ingin mengecewakan anak-anak yang sudah semangat datang meski tanpa seragam lengkap,” ujar Mita, salah satu guru dari Kecamatan Ketol, Aceh Tengah.
Baca juga: Belajar Mengajar di Aceh Dimulai Serentak 5 Januari 2026, Termasuk Sekolah Terdampak Bencana
Berdasarkan data awal tahun 2026, lebih dari 3.000 fasilitas pendidikan di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengalami kerusakan akibat banjir.
Di Aceh Tengah sendiri, banyak sekolah yang masih dalam proses pembersihan dari sisa lumpur dengan bantuan personel TNI, sehingga sebagian siswa terpaksa belajar di teras rumah guru atau bangunan darurat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan