Jumat, 02 JANUARI 2026 • 16:05 WIB

Mengintip Cara Petugas Balai Besar KSDA Jawa Timur Mengawal Transplantasi Karang Hias di Selat Bali

Author

Tak Banyak Yang Tahu, Begini Cara Petugas Menjaga Karang Hias Agar Laut Tetap Hidup (bbksdajatim.org). 

INDOZONE.ID - Perairan Selat Bali menyimpan cerita penting tentang kerja konservasi yang jarang tersorot. 

Pada 22 hingga 24 Desember 2025, Balai Besar KSDA Jawa Timur melalui Seksi KSDA Wilayah V Banyuwangi melaksanakan pengawasan intensif terhadap kegiatan transplantasi karang hias di wilayah perairan Banyuwangi. 

Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan upaya pemulihan terumbu karang berjalan sesuai tujuan konservasi dan tidak hanya formalitas perizinan.

Tim petugas tidak hanya memeriksa kelengkapan administrasi. 

Mereka terjun langsung ke laut dan menyelam hingga kedalaman 20 meter. 

Baca juga: Kabar Gembira, Stasiun Jatake untuk Commuter Line lintas Rangkasbitung Segera Dibuka Awal 2026

Pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh rak transplantasi milik pemegang izin, dengan proses penghitungan, pendokumentasian, dan penilaian kondisi karang yang detail dan sistematis.

Di kedalaman 5 hingga 7 meter, petugas mendapati berbagai jenis karang hias seperti Acropora, Montipora, Porites, Pectinia, Goniopora, Turbinaria, Echinophora, Seriatophora hystrix, dan Euphyllia cristata.

Sementara itu, di kedalaman 15 hingga 20 meter, ditemukan Favites, Favia, serta Lobophyllia yang berperan penting sebagai struktur utama terumbu karang.

Pemeriksaan dilakukan dengan cermat. Petugas memastikan setiap koloni karang menempel kuat pada media transplantasi. 

Kondisi karang juga diperiksa dari potensi pemutihan, penyakit, akumulasi sedimen, serta kemungkinan kerusakan akibat aktivitas manusia di sekitar lokasi.

Baca juga: BBMKG Peringati Potensi Banjir Rob di 7 Wilayah Pesisir Bali

Hasil pemeriksaan dicatat secara rinci sebagai bahan evaluasi ilmiah. 

Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah pengelolaan dan perbaikan kegiatan transplantasi ke depan, sekaligus menjadi indikator keberhasilan konservasi laut di Banyuwangi.

Kegiatan transplantasi ini melibatkan sejumlah pelaku usaha yang memiliki izin resmi.

Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi elemen penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas.

Bagi petugas konservasi, laut memiliki makna lebih dari sekadar ruang ekonomi. 

Laut dipandang sebagai sistem kehidupan yang saling terhubung. 

Baca juga: Kena Batunya! Kabur Usai Tabrak Pejalan Kaki dan Pemotor di Jakut, Mobil Ini Ditabrak Kereta

Terumbu karang menjadi habitat bagi berbagai biota, tempat berkembang biak ikan, serta pelindung alami kawasan pesisir.

Kesehatan terumbu karang berdampak langsung pada keberlanjutan sumber pangan laut dan pariwisata bahari. 

Oleh karena itu, setiap penyelaman yang dilakukan petugas merupakan bentuk komitmen untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Apabila ditemukan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan transplantasi, langkah pembinaan dan perbaikan akan dilakukan. 

Sebaliknya, kondisi karang yang tumbuh optimal dicatat sebagai keberhasilan konservasi yang perlu dijaga secara berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Bbksdajatim.org

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU