Kamis, 01 JANUARI 2026 • 16:40 WIB

Aktivitas Gempa di Gunung Bur Ni Telong Menurun, BNPB Imbau Warga Bener Meriah Tetap Tenang

Author

Kepala BNPB Suharyanto. (ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)

INDOZONE.ID - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto meminta masyarakat Kabupaten Bener Meriah, khususnya di sekitar Gunung Bur Ni Telong, untuk tetap tenang menyusul peningkatan aktivitas kegempaan di kawasan tersebut.

“Alhamdulillah, sejak pagi hingga siang hari ini frekuensi gempa mulai menurun dan mereda,” kata Suharyanto saat meninjau posko dan berdialog dengan pengungsi di Posko Pengungsian Unsyiah, Kampung Lampahan, Kabupaten Bener Meriah.

Ia menjelaskan, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan sekaligus memberikan ketenangan kepada masyarakat di tengah situasi peningkatan aktivitas Gunung Bur Ni Telong. Menurut dia, lokasi pengungsian saat ini berada dalam zona aman.

Baca juga: BNPB: Tiga Warga Luka Berat, Ratusan Hektare Lahan Rusak Akibat Erupsi Semeru

“Apabila status meningkat ke Level IV (Awas), lokasi pengungsian di Unsyiah tetap berada di radius aman, yaitu delapan kilometer. Warga tidak perlu cemas maupun berpindah kembali,” ujarnya.

Suharyanto berharap kondisi alam segera membaik sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal. Ia juga mendoakan agar status Gunung Bur Ni Telong dapat segera diturunkan ke Level II (Waspada).

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tercatat 16 kali gempa mengguncang wilayah Bener Meriah sejak Selasa malam hingga Rabu pagi.

Baca juga: Gunung Semeru Alami Erupsi 3 Kali, Keluarkan Letusan Capai 900 Meter

Meski sempat berintensitas tinggi, perkembangan terbaru menunjukkan tren penurunan aktivitas.

Kepala BNPB juga mengimbau seluruh pihak menjaga kondusivitas informasi, mengingat beban psikologis masyarakat yang sebelumnya terdampak banjir bandang dan tanah longsor.

“Saya mohon agar informasi yang disampaikan akurat dan menyejukkan. Jangan menyebarkan hoaks yang dapat memicu kepanikan. Mari bersama-sama menjaga ketenangan warga,” katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU