INDOZONE.ID - Pemulihan infrastruktur jalan terdampak bencana di Aceh Tamiang, Aceh, jadi salah satu fokus.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menekankan betapa pentingnya pembersihan jalan, khususnya di kawasan dengan lalu lintas (lalin) padat. Dia bahkan meminta petugas bekerja 24 jam untuk mengejar waktu.
“Saya minta kita bekerja 24 jam untuk mengejar waktu. Pagi sampai sore mengumpulkan lumpur dari lorong-lorong kanan dan kiri, kemudian malam hingga subuh fokus membersihkan area tengah kota, ada shift kerjanya," kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, dikutip dari ANTARA, Kamis (25/12/2025).
Sebanyak tiga ruas jalan terdampak, rinciannya satu ruas jalan nasional dan dua ruas jalan daerah. Fokus pemulihan ketiga ruas jalan terdampak itu adalah dengan membersihkan lumpur dan sedimentasi.
Baca juga: PNM Kembali Turun Langsung ke Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan dan Perkuat Proses Bangkit Pascabencana
Kamu harus tahu, penanganan dilakukan pada ruas Jalan Kota Kuala Simpang - Batas Provinsi Sumatra Utara (Sumut) untuk jalan nasional.
Sementara itu, seluruh jembatan nasional di Aceh Tamiang dalam kondisi baik dan dapat dilalui meski terdampak endapan lumpur. Kementerian PU menargetkan jalan nasional telah bersih dalam 3-4 hari ke depan.
"Dari batas masuk Kota Tamiang sampai jembatan masih banyak lumpur, saya minta dipercepat. Memang kendalanya di lapangan lalu lintas dari pagi sampai sore sangat kuat, sehingga pekerjaan menjadi lebih sulit, tetapi manfaatkan juga waktu malam," kata Dody.
Penanganan Darurat Jalan Nasional di Aceh Tamiang
Kementerian PU telah melakukan penanganan darurat jalan nasional di Aceh Tamiang sepanjang 30 km.
Fokus pembersihan masih pada sedimentasi di bahu dan pinggir jalan. Selain sedimentasi, sisa material yang dibuang warga ke sisi jalan saat membereskan rumah masing-masing, juga dibersihkan.
Percepatan proses pembersihan di Aceh Tamiang ini, didukung dengan 22 unit alat berat dan 10 unit dump truck dari Kementerian PU.
Pada titik penanganan tertentu, ada 12 alat berat dan 10 dump truck. Di kawasan Kota Kuala Simpang, ada 21 unit alat berat meski dinilai masih perlu tambahan.
Baca juga: 2 Helikopter Angkut Bantuan Logistik hingga Alquran ke Aceh Tamiang
“Di kota ini alat berat masih kurang, jadi akan kita tambahkan lagi. Saya sudah meminta Kepala Balai Jalan dan Kepala Balai Sumber Daya Air di Medan untuk mencari penyedia jasa alat berat yang bisa kita sewa,” jelas Dody.
Percepatan penanganan infrastruktur jalan di Aceh Tamiang, diharapkan bisa memulihkan kehidupan warga setempat dan aktivitas ekonomi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara