INDOZONE.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pendampingan psikososial dan trauma healing untuk memulihkan sosial masyarakat para korban bencana banjir di Sumatra Utara (Sumut).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bahwa pemulihan psikologis menjadi bagian penting dalam fase tanggap darurat dan transisi menuju pemulihan.
BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait mendampingi pelaksanaan kegiatan dukungan psikososial, khususnya bagi anak-anak yang terdampak bencana.
Baca juga: Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang Kena OTT KPK
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan pemantauan penyaluran bantuan logistik dan layanan kesehatan di lokasi pengungsian.
Bencana banjir dan longsor di Sibolga berdampak pada empat kecamatan dan menyebabkan 54 orang meninggal dunia, satu orang hilang, serta 61 orang luka-luka.
Baca juga: Gelar Perkara Khusus, Polda Metro Jaya Tunjukkan Ijazah Asli Jokowi ke Roy Suryo Cs
Sebanyak 1.232 warga masih mengungsi di 16 titik pengungsian yang tersebar di tujuh kelurahan dengan konsentrasi terbesar di Kecamatan Sibolga Utara dan Sibolga Selatan.
Dalam masa tanggap darurat, pemerintah daerah membuka dapur umum dan memastikan layanan dasar bagi pengungsi tetap terpenuhi.
BNPB menilai penguatan pemulihan sosial diharapkan dapat membantu masyarakat bangkit secara bertahap dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara