Presiden Prabowo Mondar-Mandir Jakarta-Sumatra Pastikan Bantuan dan Infrastruktur Pulih Usai Bencana
INDOZONE.ID - Presiden Prabowo Subianto kembali menuju Sumatra untuk meninjau langsung pascabencana. Kali ini Kepala Negara menuju ke Sumatra Barat.
Ia tiba di Bandara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman, Rabu (17/12/2025), sekitar pukul 18.30 WIB.
Presiden ingin meninjau langsung lokasi terdampak bencana dan memastikan pemulihan infrastruktur tidak berjalan lambat. Dalam beberapa pekan terakhir, Prabowo tercatat mondar-mandir dari Jakarta ke berbagai wilayah Sumatra.
Sebelum bertolak ke Sumatra Barat, Prabowo sudah lebih dulu menegaskan bahwa bencana akibat cuaca ekstrem dan perubahan iklim harus dihadapi bersama.
“Kita berdoa saudara-saudara kita segera bisa pulih dan kita bekerja keras untuk memulihkan keadaan sehingga rekonstruksi dan rehabilitasi bisa segera dimulai,” ujar Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, Senin, 15 Desember 2025.
Menurut Kepala Negara, kewaspadaan dan kerja kolektif menjadi kunci agar pemulihan bisa berjalan berkelanjutan.
Baca juga: Pesan Presiden Prabowo kepada Korban Banjir Bandang di Sumbar: Kalian Gak Sendirian!
Bolak-Balik Jakarta–Sumatra dalam Tiga Pekan
Dalam tiga minggu terakhir, intensitas kunjungan Prabowo terbilang tinggi. Ia tercatat sudah tiga kali ke Aceh, dua kali ke Sumatra Utara, dan dua kali ke Sumatra Barat.
Keberangkatan terakhir ke Sumbar dilakukan dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pukul 17.00 WIB. Presiden didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Baca juga: Presiden Prabowo: Pejabat Tak Kerja untuk Rakyat Silakan Mundur
Tinjau Posko, Infrastruktur dan Warga Terdampak
Sebelumnya, pada 1 Desember 2025, Presiden Prabowo menuntaskan rangkaian kunjungan ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat.
Sejak pagi hingga sore, ia mendatangi posko pengungsian, lokasi infrastruktur rusak, dan berdialog langsung dengan ribuan warga terdampak.
Dalam kesempatan itu, Prabowo memerintahkan percepatan penyaluran bantuan logistik, pembukaan akses wilayah terisolasi, serta pembangunan jalur darurat di titik-titik vital.
“Jadi pelan-pelan kita kembalikan ke normal semua. Kita inventarisir semua kerusakan. Nanti kita atur bagaimana rehabilitasi kembali,” tutur Presiden.
Fokus Infrastruktur Kritis
Pada 7 Desember 2025, Prabowo kembali Sumatra untuk kedua kalinya, dengan mengunjungi Aceh. Ia memimpin rapat terbatas penanganan bencana di Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.
Dalam ratas tersebut, Prabowo meninjau langsung pembangunan Jembatan Bailey di Bireuen yang dikerjakan Kementerian PU bersama TNI.
“Hari ini saya datang untuk kedua kalinya. Saya lihat pekerjaannya berjalan baik, diharapkan dalam satu minggu ini sudah bisa beroperasi,” ujar Prabowo.
Ia juga menginstruksikan penguatan operasi terpadu TNI, Polri, Basarnas, BNPB, serta pemerintah daerah agar distribusi bantuan dan pemulihan konektivitas berjalan lebih cepat.
Sawah Rusak dan Bendungan Jebol
Dalam laporan yang diterima Presiden, kondisi di beberapa wilayah dinilai cukup serius. Selain pemukiman, sektor pertanian ikut terdampak.
“Kondisi memang cukup memprihatinkan. Sawah juga banyak yang rusak,” kata Prabowo.
Ia juga menyoroti banyaknya bendungan yang jebol, baik besar maupun kecil, yang berpengaruh langsung pada sistem irigasi dan ketahanan pangan.
Presiden Pastikan Kondisi Terkendali
Usai kunjungan kerja dua hari di Aceh dan Sumatra Utara, Sabtu, 13 Desember 2025, Prabowo memastikan situasi secara umum terkendali.
“Ya, saya lihat keadaan terkendali. Saya cek terus,” ujarnya kepada awak media di Pangkalan TNI AU Soewondo, Medan.
Menurut Prabowo, pelayanan di lokasi pengungsian berjalan baik dan pasokan kebutuhan dasar masyarakat tetap aman.
Akses Terisolasi Mulai Terbuka
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo juga meninjau wilayah-wilayah yang sempat terputus aksesnya, seperti Takengon dan Bener Meriah.
“Di tempat yang paling terisolasi, Takengon, kita kerja keras terus untuk membuka jalan,” ucap Prabowo.
Ia memastikan jalur menuju Aceh Tamiang kini sudah tersambung kembali, sehingga distribusi bantuan bisa lebih lancar.
“Saya ucapkan terima kasih kepada semua petugas. Luar biasa pekerjaan mereka,” kata Presiden.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Setpres