INDOZONE.ID - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyalurkan bantuan fasilitas air bersih serta sarana sanitasi bagi wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara dan Aceh.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan, penyaluran bantuan ini adalah bagian dari bentuk kehadiran negara dalam menjamin pelayanan infrastruktur dasar pada masa tanggap darurat bencana.
"Kementerian PU bergerak cepat untuk membantu pemerintah daerah dan masyarakat terdampak, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih dan sanitasi yang menjadi prioritas utama pada situasi darurat," ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Baca juga: Pulihkan Mobilitas Warga, Kemen PU Genjot Pemasangan Jembatan Bailey di Aceh
Sebagai bentuk dukungan terhadap penanganan bencana, Kementerian PU terus mempercepat langkah tanggap darurat di wilayah Sumatera.
Pengiriman bantuan logistik dilakukan menggunakan Kapal KMP Jatra I yang bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok.
Adapun bantuan yang dikirimkan berupa 8 unit Mobil Tangki Air (MTA) berkapasitas 4.000 liter dan 3 unit MTA berkapasitas 5.000 liter.
Guna mendukung aspek sanitasi lingkungan, Kementerian PU juga mengirimkan 2 unit mobil tinja dengan kapasitas 4.000 liter.
Selain itu dikirimkan juga 11 unit Instalasi Pengelolaan Air (IPA) mobile untuk layanan air bersih.
Kemudian 4 Unit IPA Mobile dan 4 unit IPA reverse osmosis (RO) dikirim dari IKN dengan menggunakan Kapal Belik Mas dari Pelabuhan KKT Kariangau Balikpapan.
Baca juga: PU Gerak Cepat Buka Akses Sumatera untuk Kelancaran Logistik ke Wilayah Terdampak Bencana
Pengiriman lanjutan dari Jakarta mencakup tiga unit IPA, dengan rincian dua unit berkapasitas 2,5 liter per detik dan satu unit berkapasitas 0,5 liter per detik.
Langkah ini ditempuh Kementerian PU untuk memastikan kebutuhan dasar warga, khususnya akses air bersih dan sanitasi, tetap terpenuhi pascabencana.
Kementerian PU akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, serta tim di lapangan demi memastikan bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran.
Inisiatif ini diharapkan dapat membantu percepatan pemulihan sosial masyarakat sekaligus menunjang upaya penanganan bencana yang terintegrasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA