Senin, 08 DESEMBER 2025 • 12:40 WIB

Presiden Prabowo Setujui Anggaran Rp60 Juta, Ganti Rumah Rusak akibat Bencana di Sumatera

Author

Sejumlah pekerja membersihkan rumah hunian sementara korban banjir bandang di Padang, Sumatera Barat. (ANTARA FOTO-Iggoy el Fitra)

INDOZONE.ID - Presiden Prabowo Subianto menyetujui alokasi anggaran Rp60 juta per rumah untuk membantu para pengungsi yang kehilangan hunian akibat banjir bandang dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Persetujuan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan bencana di Posko Terpadu Lanud Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (7/12/2025) malam.

Dalam rapat, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melaporkan bahwa jumlah rumah terdampak hingga hari ini mencapai 37.546 unit, mencakup kategori rusak berat, rusak sedang, hingga rusak ringan.

“Per hari ini, Bapak Presiden, rumah masyarakat yang rusak itu sampai 37.546 rumah baik yang rusak berat — rusak berat ini termasuk yang hilang kena sapu banjir — kemudian rusak sedang, dan rusak ringan,” kata Suharyanto dikutip Senin (8/12/2025).

Ia menjelaskan pendataan masih berlangsung dan belum bersifat final, mengingat sejumlah wilayah terdampak masih terisolasi.

Baca juga: Gubernur Ahmad Luthfi Tinjau Longsor Banjarnegara, Pastikan Hunian Sementara Siap dalam 3 Hari

Dalam paparannya, Suharyanto mengusulkan pembangunan hunian sementara (huntara) dikerjakan oleh satgas gabungan TNI dan Polri, sedangkan pembangunan hunian tetap (huntap) diserahkan kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

“Yang tidak pindah, karena mungkin banjirnya dampaknya tidak terlalu besar bagi keluarga itu sehingga tidak harus pindah, tetapi rumahnya rusak, kami perbaiki oleh satgas BNPB,” ujarnya.

Presiden Setujui Anggaran Rp60 Juta Per Rumah

BNPB kemudian mengajukan anggaran Rp60 juta untuk pembangunan hunian tetap.

“Ini hunian tetap anggaran Rp60 juta cukup?” tanya Presiden Prabowo.

“Selama ini cukup, tetapi kalau memang Bapak Presiden ingin menambahkan kami lebih senang,” jawab Kepala BNPB.

Suharyanto menyampaikan bantuan tersebut tidak diberikan dalam bentuk uang tunai kepada warga, tetapi dalam bentuk pembangunan rumah, agar penggunaan anggaran tetap terjaga.

Baca juga: Pemerintah Percepat Relokasi Hunian Warga Terdampak Bencana Sumatera

“Rp60 juta karena tidak relokasi, Bapak. Nanti penerima bisa nambah dengan uangnya sendiri. Mungkin punya keluarga di kampung, punya anak yang punya gaji mau nambah, bisa. Tetapi, (kami) tidak (memberikannya) dalam bentuk uang, karena khawatir kalau bentuk uang jadi yang lain,” kata Suharyanto.

Menanggapi hal itu, Presiden menyetujui usulan tersebut sambil mempertimbangkan penyesuaian harga.

“Oke, mungkin tentunya kita hitung kenaikan harga ya, inflasi, dan sebagainya,” ujar Presiden.

Selain hunian tetap, pemerintah juga mengalokasikan dana Rp30 juta per rumah untuk hunian sementara, dengan luas 36 meter persegi dan fasilitas dasar seperti kamar, MCK, dan ruangan lainnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU