Prabowo Langsung Menolak saat Disebut Cocok Jadi Presiden Seumur Hidup oleh Bupati Aceh Tenggara
INDOZONE.ID - Presiden Prabowo Subianto langsung memperlihatkan gestur menolak saat Bupati Aceh Tenggara menyebut dirinya layak menjadi presiden seumur hidup.
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Kutacane Senin (1/12/2025), berlangsung di tengah antusiasme warga yang terdampak banjir besar. Ribuan pengungsi memenuhi lokasi untuk menyampaikan harapan mereka.
Dalam sambutan, Bupati Aceh Tenggara Salim Fakhry memuji kepedulian Prabowo terhadap daerah terpencil. Ia menyebut kedatangan Presiden Prabowo sebagai hal yang sangat berarti bagi masyarakat.
“Tidak pernah terbayang di hati kami seorang pemimpin negara, seorang Presiden hadir di Kabupaten Aceh Tenggara,” ujar Salim dilihat dari YouTube Sekretariat Presiden.
Ia menambahkan bahwa kunjungan Prabowo dianggap mengobati hati warga yang telah memberikan dukungan pada pemilu sebelumnya.
Namun suasana berubah riuh ketika Salim menyampaikan permintaan tak biasa.
“Tidak ada presiden seperti beliau. Kalau bisa Pak Prabowo jadi presiden seumur hidup,” ucapnya.
Baca juga: Personel Basarnas Mulai Kelelahan Bantu Korban Bencana Sumatra, Ada yang Kerja 72 Jam Nonstop
Mendengar itu, Prabowo hanya tersenyum, menggeleng, dan mengangkat tangan sebagai bentuk penolakan. Dalam sambutannya, ia memilih fokus pada penanganan bencana.
“Tentunya kita sangat prihatin dan kita juga turut belasungkawa dengan mereka yang korban,” katanya.
Baca juga: Presiden Prabowo Prioritaskan Bantuan ke Daerah Terisolasi Bencana Sumatra
Cek Infrastruktur Rusak di Aceh
Setelah menyapa pengungsi, Prabowo bergerak menuju Jembatan Pante Dona, salah satu akses vital yang putus total akibat banjir. Putusnya jembatan itu menyebabkan ribuan warga terisolasi dan jalur logistik terhenti.
Sesampainya di lokasi, Prabowo melihat dari dekat sisa konstruksi yang terseret arus. Struktur baja yang tersisa tampak tergerus derasnya sungai yang meluap sejak beberapa hari sebelumnya.
Empat jembatan baja di Aceh Tenggara mengalami kerusakan berat, namun Pante Dona menjadi yang paling parah. Prabowo terlihat menyusuri tepian jembatan untuk mengecek kondisi aktual di lapangan.
Ribuan Warga Mengungsi
Presiden kemudian mendatangi posko pengungsian di Desa Bambel Baru yang menampung setidaknya 4.080 warga. Lokasi tersebut dipenuhi tenda darurat, pos kesehatan, dapur umum, dan area logistik yang bekerja tanpa henti.
Prabowo menyapa para pengungsi dengan berjalan kaki mengelilingi area posko. Anak-anak terlihat antusias, bahkan beberapa berebut menyapa Presiden.
Ia juga mendengar langsung keluhan warga, mulai dari kehilangan rumah, kebutuhan air bersih, hingga akses layanan kesehatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube, Setpres