INDOZONE.ID - Basarnas menyebut tim SAR menghadapi hambatan akibat jalan yang terputus, listrik padam, dan jaringan komunikasi yang tidak stabil selama dua hari terakhir. Hal ini disebabkan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.
Kondisi cuaca yang ekstrem dan gelombang laporan masyarakat juga membuat prioritas penanganan harus diatur dengan ketat.
Kendala Tim SAR di Lapangan
Kehumasan Kantor SAR Banda Aceh, Nadia dalam keterangan yang diterima di Bandung, Jawa Barat, Jumat dini hari, mengatakan bahwa Tim SAR kesulitan memberikan laporan situasi secara berkala karena beberapa jalur komunikasi terputus.
Baca juga: Operasi Hari Ketujuh, Tim SAR Fokus di Tiga Sektor Cari Lima Korban Longsor Cilacap
“Kami mengalami kendala mendapatkan informasi karena jaringan terputus, dan di beberapa wilayah masih terjadi pemadaman listrik,” ujarnya dilansir media ANTARA
Nadia juga menjelaskan bahwa akses menuju Aceh Utara tidak dapat dilalui, sehingga tim yang awalnya ditugaskan untuk mengevakuasi warga terpaksa tertahan di Kabupaten Pidie Jaya. Pemadaman listrik di beberapa wilayah menambah tantangan operasional. Kepala Kantor SAR Banda Aceh saat ini masih berada di lokasi terdampak untuk memantau dan mengoordinasi evakuasi.
"Saat ini Kepala Kantor SAR Banda Aceh masih di lokasi terdampak banjir di wilayah Kabupaten Pidie Jaya," ungkapnya.
Korban dan Tantangan Pencarian
Hingga Jumat dini hari, Basarnas mencatat sembilan korban meninggal dunia akibat tanah longsor di Aceh Tengah. Lokasi kejadian tersebar di Paya Tumpi, Kampung Saling, Kampung Kelopak Mata, dan Kampung Tami Daling, kawasan Natural Park.
Baca juga: 3.698 Rumah di Aceh Timur Terendam Banjir, Warga Mulai Mengungsi
Dua warga lainnya masih hilang dan belum bisa dievakuasi karena medan jalan yang harus dilewati sangat terjal serta keterbatasan peralatan. Nadia mengatakan tingginya laporan masyarakat terkait evakuasi dan pencarian anggota keluarga membuat aktivitas tim SAR meningkat signifikan dalam 24 jam terakhir.
“Mohon maaf jika kami kadang tidak langsung merespons pertanyaan, karena kondisi di sini juga kami sedang hectic. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan informasi yang sudah kami terima,” ujarnya,
Nadia meminta doa kepada masyarakat agar kondisi cuaca di Aceh segera membaik sehingga proses evakuasi dan pencarian dapat dilakukan dengan lebih optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA