Jumat, 21 NOVEMBER 2025 • 18:58 WIB

Dokter Tan Shot Yen Kupas Tuntas Gizi Balita, Kader Posyandu Banyuwangi Dapat Wawasan Baru

Author

Ratusan Kader Posyandu Banyuwangi antusias mengikuti kelas khusus (Humas Pemkab banyuwangi). 

INDOZONE.ID - Upaya peningkatan kesehatan masyarakat di Banyuwangi terus dilakukan melalui penguatan fungsi posyandu. 

Salah satu langkah pentingnya adalah memberikan pengetahuan ilmiah yang tepat kepada para kader.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pun menghadirkan Dr. dr. Tan Shot Yen untuk memberikan materi khusus mengenai gizi balita dalam acara Gerakan Posyandu Aktif di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan pada Rabu, 19 November 2025.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menegaskan bahwa pembangunan manusia melalui pemenuhan gizi merupakan perhatian utama pemerintah daerah. 

Baca juga: Banyuwangi Siap Bangun PLTB 200 MW, Proyek Energi Angin Terbesar di Jawa Timur

Mujiono menyampaikan, “Pembangunan manusia melalui pemenuhan gizi dan kesehatan anak telah menjadi prioritas pembangunan Bupati Ipuk. Maka, kami pun menghadirkan secara istimewa dokter Tan.” 

Mujiono menambahkan bahwa ilmu yang diterima para peserta sangat berharga bagi keberlanjutan pelayanan posyandu.

Dalam sambutannya, Mujiono juga mengatakan, “Ibu-ibu kader beruntung bisa mengikuti kelas dokter Tan. Ilmunya bisa diterapkan nanti saat pulang ke rumah dan ditularkan ke ibu-ibu yang lain.” 

Ucapan itu menjadi dorongan moral bagi para kader agar lebih percaya diri dalam mengedukasi masyarakat.

Acara tersebut diikuti sekitar 400 peserta yang terdiri dari kader posyandu, kepala Puskesmas, pembina posyandu, hingga anggota PKK. 

Baca juga: Cek Daerahmu! Berikut Wilayah Jangkauan WiFi Internet Rakyat di Indonesia

Materi inti yang diberikan meliputi konsep gizi balita, penanganan stunting, serta langkah pencegahannya. 

Kehadiran seorang pakar seperti dokter Tan memberikan kesempatan bagi para kader untuk memahami stunting dari sudut pandang medis yang lebih tepat.

Dokter Tan yang dikenal sebagai ahli gizi sekaligus penulis buku kesehatan menjelaskan bahwa kader posyandu harus memahami minimal 25 kompetensi dasar. 

Salah satu yang ditekankan adalah pemahaman seputar stunting. 

Dalam penjelasannya, dokter Tan mengingatkan, “Percuma kita mencegah kalau kita enggak ngerti stunting itu apa, karena mencegahnya nanti serampangan.”

Selain itu, dokter Tan juga menegaskan indikator utama stunting. Menurutnya, pengukuran tinggi badan anak berdasarkan usia adalah poin paling penting. 

“Tandanya adalah di kurva tinggi badan menurut umur. Jadi bukan sekedar berat badan loh,” jelas dokter Tan. 

Penjelasan ini sekaligus meluruskan sejumlah kesalahan persepsi yang selama ini berkembang di masyarakat.

Baca juga: Pesawat Bro Skydive Indonesia Jatuh di Karawang!

Dokter Tan kemudian memaparkan lima pintu masuk stunting, yaitu anemia pada ibu hamil, kekurangan energi kronik, lingkar lengan atas kecil, risiko bayi lahir dengan berat badan rendah, serta anemia pada anak. 

Beliau juga menyinggung bahwa kondisi tersebut dapat semakin parah jika anak tidak mendapatkan inisiasi menyusu dini, tidak memperoleh ASI eksklusif, dan menerima MPASI yang kurang tepat.

Untuk mengatasi hal tersebut, dokter Tan memaparkan lima pintu keluar stunting, yakni literasi, edukasi, sanitasi, imunisasi, dan perencanaan keluarga. 

Menurut dokter Tan, peran besar kader sangat dibutuhkan. 

Baca juga: Gubernur Khofifah Jamin Pengungsi Erupsi Gunung Semeru Dapat Penanganan Maksimal

“Kader harus bisa jadi motivator laktasi, mengedukasi masyarakat agar tidak mengalami mal nutrisi, bahkan saat ada yang anti vaksin, kader juga harus bisa menangani,” tegas dokter Tan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan dialog interaktif yang memperlihatkan semangat para peserta. 

Seluruh kader menyampaikan komitmen untuk memperkuat posyandu di masing-masing wilayah, terutama dalam meningkatkan gizi balita dan mengurangi angka stunting di Banyuwangi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Pemkab Banyuwangi

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU