INDOZONE.ID - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa segala bentuk tindakan yang bertentangan dengan nilai moral harus dilawan bersama, merespons perilaku pendakwah Elham Yahya Luqman (Gus Elham) yang menuai kecaman publik setelah fotonya mencium anak-anak perempuan beredar luas di media sosial.
“Bukan hanya saya sebagai Menteri Agama, saya secara pribadi juga mengatakan bahwa semua tindakan yang bertentangan dengan moralitas harus menjadi musuh bersama,” ujar Menag di Jakarta, dikutip Kamis (13/11/2025).
Ia menegaskan bahwa siapapun pelakunya, baik tokoh agama maupun masyarakat umum, harus menghindari tindakan yang tidak pantas karena bukan hanya merusak diri sendiri, tetapi juga mencoreng lembaga atau institusi yang menaunginya.
Meski demikian, Menag meminta publik untuk tidak menggeneralisir kasus itu sebagai gambaran seluruh lembaga pendidikan atau institusi keagamaan.
Baca juga: Dinilai Rendahkan Manusia, PBNU Sebut Gus Elham Cium Anak Perempuan Bertentangan dengan Islam
“Segala sesuatu harus diselesaikan secara kasuistik. Jangan langsung digeneralisasi,” ujarnya.
Kemenag Perkuat Ruang Aman di Lembaga Pendidikan Keagamaan
Menteri Agama menegaskan pihaknya terus berupaya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, baik di lembaga pendidikan maupun institusi keagamaan.
Kemenag juga telah membentuk tim pembinaan pondok pesantren, yang bertugas berkolaborasi dengan para pimpinan pesantren untuk mencegah berbagai bentuk penyimpangan.
“Pondok pesantren ke depan harus menjadi contoh masyarakat yang ideal,” katanya.
Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i turut menegaskan bahwa tindakan Gus Elham yang mencium anak-anak perempuan merupakan perilaku yang sama sekali tidak pantas, terutama dilakukan oleh seseorang yang dianggap pemuka agama.
Baca juga: Menag: Pembentukan Ditjen Pesantren Perkuat Konsolidasi dan Koordinasi Nasional
“Kita sepakat dengan publik, bahwa itu tidak pantas!” tegas Romo Syafii.
Ia menjelaskan bahwa Kemenag telah memiliki pedoman jelas mengenai lingkungan ramah anak di madrasah dan pesantren melalui SK Dirjen Pendidikan Islam.
Pedoman tersebut memastikan setiap peserta didik mendapatkan perlindungan dan bebas dari kekerasan maupun tindakan tidak pantas.
“Ada SK Dirjen Pendis tentang madrasah dan pesantren ramah anak, agar anak-anak mendapatkan pemenuhan haknya dan jauh dari tindakan yang tidak seharusnya mereka terima,” ujarnya.
Kasus ini mencuat setelah foto-foto Gus Elham mencium anak-anak perempuan tersebar di media sosial dan memicu kecaman.
Sebagian besar warganet menyebut perilaku tersebut menjijikkan dan tidak pantas dilakukan oleh tokoh agama, meski ada segelintir pihak yang menganggapnya sebagai bentuk ekspresi kasih sayang.
Kemenag menegaskan kembali komitmennya: tidak ada ruang bagi perilaku tidak bermoral di lingkungan keagamaan.
Pendakwah, kiai, dan seluruh pengajar agama harus menjadi teladan, bukan mencederai nilai dakwah dan kemanusiaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA