INDOZONE.ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan bahwa 22 pabrik di Kawasan Industri Modern Cikande (MCIE), Serang, Banten, telah selesai menjalani proses dekontaminasi dari paparan Cesium-137 (Cs-137).
Selain itu, tujuh titik di luar kawasan masih dalam tahap pembersihan, sementara lima lainnya akan dilakukan penyegelan teknis.
Upaya dekontaminasi ini merupakan bagian dari langkah penanganan pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Bahaya Radiasi Cs-137, yang bekerja bersama instansi terkait, termasuk Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).
“Tim satgas telah menuntaskan proses dekontaminasi pada 22 fasilitas produksi yang sebelumnya ditemukan terpapar radiasi Cs-137,” ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, di Jakarta, dikutip Selasa (11/11/2025).
Baca juga: Satgas Cs-137 Cor 5 Titik Tercemar Radioaktif Cs-137 Cikande
Ia menambahkan, dari total 12 titik kontaminasi di luar kawasan, tujuh lokasi sedang menjalani dekontaminasi, sementara lima titik lainnya akan disegel secara teknis melalui metode pengecoran atau penyemenan sesuai rekomendasi Bapeten.
Hasil pemeriksaan menunjukkan 15 industri peleburan logam memiliki paparan radiasi Cesium-137 maupun non-Cesium-137 dengan laju dosis antara 0,18 hingga 700 mikroSievert/jam.
Selain itu, terdapat tiga industri pengelolaan limbah B3 yang terdeteksi memiliki paparan radiasi Cs-137 dan non-Cs-137 dengan laju dosis 0,24–0,4 mikroSievert/jam.
Ada pula tiga industri makanan yang menunjukkan paparan Cs-137 dengan laju dosis 1,6 hingga 152 mikroSievert/jam, serta enam lokasi timbunan yang memiliki paparan radiasi Cs-137 dengan laju dosis 11 hingga 10.000 mikroSievert/jam.
Baca juga: Dekontaminasi 22 Pabrik Rampung, Satgas Pindahkan 558 Ton Material Terkontaminasi di Cikande
Dalam penanganan kasus di Kawasan Industri Cikande ini, Kemenperin mewajibkan adanya bukti bahwa bahan baku yang digunakan bebas radioaktif, serta komitmen pemasangan Continuous Emission Monitoring System (CEMS) dan Radiation Portal Monitoring (RPM) pada fasilitas peleburan scrap logam.
Sebelum USFDA menerbitkan import alert 99-51 atas produk udang dari Indonesia karena temuan kontaminasi Cs-137, Bea Cukai Belanda juga melaporkan adanya paparan radionuklida pada produk sepatu kets asal Indonesia.
Laporan tersebut kemudian dikonfirmasi oleh ahli radiasi ANVS, yang menemukan bahwa beberapa kotak sepatu kets mengalami peningkatan paparan radiasi hingga 110 nanoSv/jam, dibandingkan radiasi latar sekitar 20 nanoSv/jam, akibat keberadaan Cs-137.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA