Selasa, 21 OKTOBER 2025 • 11:35 WIB

Tembus 3 Gunung, Pemerintah Siap Bangun Terowongan di Aceh, Pangkas Waktu Tempuh dari 13 Km Jadi 6 Km

Author

Tim Bappenas dan Pemprov Aceh meninjau titik rencana terowongan Paro–Kulu–Geurutee di perbatasan Aceh Besar-Aceh Jaya (Humas Setda Aceh). 

INDOZONE.ID - Pemerintah pusat melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menurunkan tim ke lokasi untuk meninjau rencana pembangunan terowongan Paro–Kulu–Geurutee. 

Terowongan ini rencananya membentang menembus tiga gunung di barat Provinsi Aceh, yaitu Gunung Paro, Gunung Kulu dan Gunung Geurutee. 

Kunjungan dilakukan Senin, (20/10/2025) sebagai tanggapan atas permintaan dari Muzakir Manaf selaku Gubernur Aceh agar konektivitas antarwilayah di lintas barat hingga selatan Aceh diperkuat.

Dengan terowongan ini, waktu tempuh ruas Paro hingga Kulu yang sebelumnya mencapai sekitar 13 km lebih akan dipangkas menjadi hanya sekitar 6 km, dan segmen Geurutee dari kira-kira 8 km lebih dipersingkat menjadi sekitar 2,7 km.

Baca juga: Teddy Indra Wijaya Jadi Poros Komunikasi dan Koordinasi Pemerintahan Presiden Prabowo

Pembangunan terowongan ini digagas sebagai solusi keselamatan dan efisiensi bagi pengguna jalan serta sebagai bagian dari upaya pemerataan infrastruktur di Aceh. 

Dalam kunjungan lapangan, Ketua Tim 1 dari Bappenas, Mustaqim, serta Kepala BPJN Aceh, Heri Yugiantoro, dan Kepala Dinas PUPR Aceh, Mawardi, turut hadir.

Mawardi menjelaskan bahwa dalam waktu dekat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan dilaksanakan kajian teknis untuk pembangunan terowongan dan perbaikan geometrik ruas Paro hingga Kulu.

“Dengan terowongan, waktu tempuh antar-wilayah akan berkurang signifikan, biaya logistik menurun, serta mobilitas barang dan jasa menjadi lebih efisien,” katanya.

Heri Yugiantoro menambahkan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti tahapan teknis agar konstruksi terowongan memenuhi standar keamanan tinggi sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Baca juga: Respons Sat Set! KAI Dapat Pujian Usai Perbaiki Rel Hanya Beberapa Jam Setelah Dilaporkan

Selain aspek teknis dan keamanan, pembahasan skema pembiayaan juga telah dimulai. 

Opsi yang tengah dikaji meliputi pembiayaan melalui pinjaman luar negeri, skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), maupun pembiayaan APBN murni.

Proyek terowongan ini bukan hanya tentang memotong jarak, tetapi juga tentang menghubungkan potensi ekonomi dan sosial. 

Kawasan barat Aceh yang selama ini terpencil akan semakin terbuka aksesnya, sehingga mendukung visi pembangunan nasional serta mendorong pemerataan ekonomi. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Setda Aceh

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU