INDOZONE.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, direncanakan melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Gayo Lues, Kamis (2/10/2025).
Kunjungan orang nomor satu di Indonesia ke Gayo Lues berkaitan dengan status daerah tersebut sebagai kabupaten binaan Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia.
Diketahui, Kabupaten Gayo Lues menjadi pilot project Grand Design Aceh Development (GDAD).
Dalam konfirmasi, Bupati Gayo Lues, Suhaidi, mengaku bahwa benar ada rencana kunjungan Presiden ke Gayo Lues. “Untuk rangkaian kegiatan belum final,” ujarnya.
Baca juga: Bareskrim Polri Bongkar 25 Hektare Ladang Ganja di Aceh, 180 Ton Tanaman Dimusnahkan
Sebelum kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, terlebih dahulu akan ada kunjungan kerja dari Kepala BNN Republik Indonesia. Kunjungan BNN RI dijadwalkan pada bulan November mendatang.
“Yang jelas, kita berkolaborasi dengan BNN RI karena Gayo Lues adalah salah satu kabupaten binaan BNN RI terkait program GDAD. Sebelum kunjungan Bapak Presiden, nanti akan ada kunjungan kerja Kepala BNN RI pada bulan November,” kata Suhaidi.
Kunjungan Kepala BNN Republik Indonesia ke Gayo Lues pada November sekaligus memastikan kesiapan Pemerintah Kabupaten dalam menyambut kedatangan Presiden Prabowo.
Pemkab Gayo Lues, ungkap Bupati Suhaidi, berkolaborasi dengan BNN Kabupaten untuk persiapan segala sesuatu.
“Sekaligus memastikan kesiapan Pemda dan BNK Gayo Lues untuk menyambut Bapak Presiden RI,” ujarnya lagi.
Pemerintah Gayo Lues juga akan menyiapkan 15 ribu penari Saman Gayo untuk menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, tegas Suhaidi.
Program GDAD (Grand Design Aceh Development) adalah inisiatif BNN untuk menghentikan penanaman ganja di Gayo Lues.
BNN meluncurkan inisiatif GDAD guna menghentikan praktik penanaman ganja yang umum dilakukan masyarakat di daerah pegunungan Gayo Lues. Program ini bertujuan mengurangi penyebaran narkotika dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba.
Baca juga: Kasus Pesta Miras Di Takengon Hanya Diselesaikan Secara Adat Gayo, Syari'at Aceh Tak berlaku
Dengan adanya GDAD, BNN berharap dapat membantu masyarakat Gayo Lues meninggalkan praktik penanaman ganja dan beralih ke kegiatan yang lebih positif serta produktif.
Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kerja sama antara BNN dan masyarakat dalam upaya pencegahan serta pemberantasan narkoba. Melalui GDAD, BNN berkomitmen membantu masyarakat Gayo Lues menciptakan lingkungan yang bebas narkoba dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan