INDOZONE.ID - Meski tengah marak keracunan massal imbas makanan bergizi gratis (MBG), program ini tampaknya masih dibutuhkan di sejumlah sekolah, seperti untuk pemenuhan gizi anak berkebutuhan khusus.
Salah satunya di Sekolah Luar Biasa (SLB) Patriot di Kelurahan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar). Yayasan Patriot itu menaungi sekolah berkebutuhan khusus, dari tingkat SD hingga SMA.
Rabu (1/10/2025) pagi WIB, program MBG tetap berlangsung. Sebanyak 113 paket MBG diberikan kepada siswa SLB di sana.
Kepala SLB Pendidikan Patriot, Eulis Siti Hasanah, menyambut baik program dari pemerintah tersebut. Dinilainya, anak-anak berkebutuhan khusus sangat membutuhkan asupan gizi.
"Alhamdulillah dengan adanya MBG sangat membantu meningkatkan gizi seimbang. Anak-anak senang dan bahagia. Anak-anak berkebutuhan khusus sangat membutuhkan asupan gizi seimbang untuk pertumbuhan mereka," kata Eulis Siti Hasanah.
Timbal baik dari program ini, dikatakannya, juga dapat meringankan masyarakat.
"Ibunya nggak sempat masak di rumah karena mendampingi anak-anaknya bersekolah, jadi mengurangi beban keluarga," ucapnya.
Berkaitan dengan adanya siswa keracunan massal diduga karena MBG, baik di Bandung maupun Jakarta, Eulis mengungkapkan MBG berjalan dengan aman hingga sekarang di SLB ini.
"Alhamdulillah, MBG di sekolah ini yang berjalan sejak bulan Juni (2025) lalu ini aman. Anak-anak senang dan menikmati makanan, katanya enak dan makanan selalu habis," kata Eulis.
Surat Cinta dalam Kotak MBG
Di sisi lain, dari dapur MBG milik Ganda Saputra Makmun, didapati banyaknya surat cinta didalam ompreng atau tempat MBG pasca digunakan siswa yang ditemukan oleh pekerja pencuci ompreng.
Baca juga: Duh! Jurnalis Dianiaya saat Liput MBG Bikin Siswa SD di Jaktim Keracunan, Polisi Turun Tangan
Asisten Lapangan di dapur MBG Ganda Saputra Makmun di Kelurahan Indihiang, Tasikmalaya, Irwan Komar, mengaku kerap menemukan surat tersebut dalam jumlah yang banyak.
"Jumlahnya banyak. Tiap hari, kami kumpulkan kertas-kertas yang ada tulisan tangan dari murid-murid penerima manfaat MBG. Kami menyebutnya surat cinta," kata Irwan Komar.
Yang membuat lucu, bahkan ditemukan adanya surat-surat yang berisi request menu makanan.
"Request spageti, chicken katsu, buah kelengkeng," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan