Jumat, 19 SEPTEMBER 2025 • 09:00 WIB

Profil Yurike Sanger, Istri Ketujuh Soekarno yang Meninggal Dunia di Amerika

Author

Profil Yurike Sanger, istri ketujuh Soekarno yang meninggal dunia di AS. (Instagram/yudhisanger_adventure)

INDOZONE.ID - Kabar duka cita datang dari istri ketujuh Soekarno Hatta, Yurike Sanger yang meninggal dunia di Amerika Serikat.

Kabar itu diungkapkan langsung oleh sang anak, Yudhi Sanger yang menyampaikan bahwa sang ibu meninggal pada Rabu, 17 September 2025 sekitar pukul 19.15 waktu USA.

Rencananya, jenazah Yurike Sanger akan dibawa ke Rumah Duka di RS Fatmawati.

"In loving memory, Yurike Sanger. Beloved mother, grandmother, and great grandmother," tulis Yudhi Sanger dalam akun Instagram-nya, seperti dikutip Indozone, Jumat (19/9/2025).

View this post on Instagram

A post shared by Yudhi Sanger (@yudhisanger_adventure)

Baca juga: Sejarah : Mengenal Lebih Dekat Sosok Ir. H. Sutami Menteri Pekerjaan Umum Indonesia Di Masa Presiden Ir. Soekarno

Profil Yurike Sanger

Nama Yurike Sanger mungkin tidak sepopuler Fatmawati atau Dewi Soekarno, tapi kisah hidupnya punya warna tersendiri dalam lembar sejarah perjalanan Bung Karno.

Ia adalah salah satu dari istri Presiden Pertama Republik Indonesia.

Yurike Sanger lahir di Poso, Sulawesi Tengah, sekitar tahun 1945.

Ia memiliki darah campuran, di mana sang ayah berdarah Jerman, sedangkan sang ibu berasal dari Manado.

Wajahnya yang cantik khas Indonesia dan semangatnya yang nasionalis membuatnya menonjol di masa mudanya.

Saat remaja, Yurike aktif dalam organisasi Barisan Bhinneka Tunggal Ika, semacam organisasi pelajar yang pro-Pancasila dan mendukung pemerintahan Bung Karno. Dari sinilah benih kisah cintanya dengan Soekarno mulai tumbuh.

Pertemuan Yurike Sanger dengan Soekarno

Pertemuan pertama antara Yurike dan Soekarno terjadi sekitar tahun 1963.

Saat itu, Yurike masih remaja 18 tahunan, sedangkan Soekarno sudah kepala enam dan sedang berada di puncak kekuasaan sebagai Presiden RI.

Kharisma Soekarno yang luar biasa, ditambah perhatian dan caranya berbicara yang dikenal memikat, membuat hubungan mereka cepat dekat.

Hingga akhirnya, pada 6 Agustus 1964, Yurike resmi dinikahi Soekarno, menjadikannya istri ketujuh dari sang Proklamator.

Bayangkan saja, gadis belia yang baru lulus sekolah, tiba-tiba jadi Ibu Negara. Tapi Yurike memilih untuk tidak terlalu menonjol di panggung politik atau publik. Ia lebih sering mendampingi Soekarno di balik layar.

Baca juga: Mengenal Inggit Garnasih, Sosok di Balik Kesuksesan Presiden Ke-1 RI Soekarno

Menikah di Tengah Gejolak Politik

Pernikahan Yurike dan Soekarno berlangsung di masa yang tidak mudah.

Tahun 1965-1966 adalah masa transisi kekuasaan yang penuh ketegangan, dari Soekarno ke Soeharto.

Hubungan mereka pun turut terdampak oleh kondisi politik saat itu.

Beberapa sumber menyebut bahwa hubungan rumah tangga mereka berakhir sekitar tahun 1968, tak lama setelah Soekarno dilengserkan.

Setelah itu, Yurike memilih untuk hidup lebih tenang dan menjauh dari dunia politik.

Yurike Sanger, istri ketujuh Soekarno. (Instagram/yudhisanger_adventure)

Menetap di Amerika Serikat

Setelah masa-masa bersama Soekarno berakhir, Yurike tak banyak muncul ke publik. Ia diketahui menetap di Amerika Serikat, membangun kehidupan baru yang jauh dari sorotan media.

Meskipun begitu, ia tetap dikenal baik oleh orang-orang terdekatnya sebagai pribadi yang ramah, lembut, dan penuh kasih.

Ia juga sempat melawan kanker payudara, penyakit yang akhirnya merenggut nyawanya di usia sekitar 80 tahun, di sebuah rumah sakit di California.

Yurike Sanger meninggal dunia di San Gorgonio Memorial Hospital, California,

Meski semasa hidupnya tidak sering muncul di depan publik, sosok Yurike tetap jadi bagian dari kisah panjang kehidupan Soekarno.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/yudhisanger_adventure

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU