Jumat, 05 SEPTEMBER 2025 • 15:30 WIB

Meriahnya Endhog-endhogan di Banyuwangi, Ribuan Telur Hias Semarakkan Peringatan Maulid Nabi

Author

Endhog-Endhogan, Tradisi Turun-temurun Warga Banyuwangi Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW (Humas Pemkab Banyunwangi)

INDOZONE.ID - Maulid Nabi Muhammad SAW selalu menjadi momen yang penuh suka cita bagi masyarakat Banyuwangi. Setiap memasuki bulan Rabiul Awwal, warga menggelar tradisi khas yang disebut endhog-endhogan

Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun dan masih terjaga hingga kini. Endhog-endhogan dilakukan dengan cara menghias telur rebus menggunakan bunga kertas. 

Telur tersebut ditancapkan pada batang pisang berhias, lalu dirangkai dalam bentuk jodhang. Setelah selesai dihias, jodhang diarak keliling desa atau ditempatkan di masjid sambil dibarengi dengan pembacaan selawat, zikir, barzanji, serta doa bersama.

Salah satu perayaan terbesar tahun ini diselenggarakan di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, pada Jumat, (5/8/2025). 

Baca juga: Api Lalap Rumah Warga di Baranti Sidrap, Satu Keluarga Terpaksa Mengungsi

Ribuan warga berpartisipasi dalam pawai sejauh 2,2 kilometer dari Masjid Baiturrahman menuju Kantor Desa Kembiritan. 

Mereka membawa berbagai jodhang telur hias dengan iringan musik rebana dan lantunan selawat.

Pawai tersebut resmi dibuka oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Dalam sambutannya, Ipuk mengatakan, “Endhog-endhogan ini bukan hanya sekadar festival yang penuh kemeriahan, tetapi juga menjadi wujud cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW.” 

Bupati Ipuk juga memberikan pesan agar masyarakat Banyuwangi senantiasa menjaga kebersamaan dan kondusifitas daerah.

Baca juga: Update Ricuh Imbas Demo DPR di Jakarta: 43 Orang Jadi Tersangka dengan Berbagai Peran

Festival ini menghadirkan kreasi unik dari masyarakat. Ada miniatur Ka’bah, pohon kurma, unta beserta penunggangnya, hingga perahu raksasa yang dipenuhi ribuan telur hias. 

Kreativitas warga tersebut menambah daya tarik acara yang kini sudah masuk dalam agenda resmi Banyuwangi Festival (B-Fest).

Replika perahu tumpeng raksasa dari Dusun Krajan Dua menjadi pusat perhatian. Dengan ukuran sekitar 6-7 meter, perahu itu memuat 1.500–2.000 telur hias. 

“Kami kerjakan selama seminggu secara gotong royong dengan biaya Rp7 juta. Semua ini untuk memeriahkan Festival Endhog-endhogan,” kata Taufiq Hidayat, koordinator warga.

Baca juga: Polda Metro Geledah Kantor Lokataru Terkait Kericuhan Demo di Jakarta

Panitia festival, Guntur, menuturkan bahwa tahun ini jumlah peserta meningkat. 

“Tercatat ada 221 kreasi dari tujuh dusun yang ikut serta. Alhamdulillah, setiap tahun tradisi ini semakin semarak,” ujarnya. 

Menurutnya, semangat gotong royong masyarakat membuat festival ini semakin dikenal luas.

Lebih dari 1.000 orang ikut dalam pawai endhog-endhogan. Seusai pawai, acara dilanjutkan dengan dzikir maulid dan pengajian umum. 

Baca juga: TikTokers Figa Lesmana Ikut Diciduk Polda Metro Usai Peranya Ajak Pelajar Demo di Jakarta

Bahkan sejak 25 Agustus 2025 lalu, warga sudah mengawali dengan gerakan membaca 1000 selawat.

Tradisi endhog-endhogan tidak hanya bernilai hiburan, tetapi juga menjadi media dakwah dan mempererat persaudaraan antarwarga. 

Kehangatan kebersamaan dalam merayakan Maulid Nabi semakin meneguhkan identitas budaya sekaligus religius masyarakat Banyuwangi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Pemkab Banyuwangi

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU