INDOZONE.ID - Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Klaten, Jawa Tengah, Rabu (9/7/2025).
Kunjungan pertama Gibran menuju bendungan Rowo Jombor yang berada di Desa Krakitan, Bayat. Di tempat ini, orang nomor dua di Indonesia ini menebar benih ikan nila dan tawes sebanyak 50.000 ekor.
Hal ini sebagai upaya pelestarian lingkungan air dan pasokan ketahanan pangan berbasis lokal.
Gibran dan rombongan menuju tengah Rowo (danau) menggunakan kapal perahu yang sudah disediakan untuk menebar ikan tersebut.
Baca juga: Operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya Diperpanjang Tiga Hari demi Optimalisasi Pencarian Korban
Selesai tebar ikan, rombongan menuju sentra lurik Desa Mlese, Cawas, Klaten. Sesampai di lokasi, Gibran disambut ratusan warga yang menyemut di jalan.
Pertama-tama Gibran menuju produsen lurik Joko yang berada di Dukuh Cabeyan, Desa Mlese. Dilanjutkan menuju rumah Lurik Subagyo yang jaraknya ratusan meter saja.
Di tempat ini, Gibran melakukan dialog dengan 20 perajin lurik se-kabupaten Klaten.
Dalam dialog yang berlangsung serius tapi santai ini, banyak perajin yang curhat tentang permodalan, pemasaran, serta mahalnya bahan baku berupa benang dan pewarna sintetis.
Baca juga: 300 Perempuan Banyuwangi Dilatih Ubah Lahan Terbengkalai Jadi Kebun Produktif
"Kami mohon bantuan kepada Pak Wapres, agar membantu pemasaran. Jadi, lurik itu tidak hanya untuk seragam Pemkab Klaten saja, tetapi juga sampai Solo Raya," kata perajin dari Kecamatan Karangdowo.
Gibran merespon positif semua keluhan perajin. Ia akan memberi beberapa solusi untuk mempertahankan kerajinan lurik, yang merupakan ikon asli Klaten ini, agar terus eksis.
Gibran berharap, para perajin untuk terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman.
"Gunakan e-commerce untuk pemasaran, desain lurik dipercantik. Saya akan mengirim desainer kedepannya, agar desain baju lurik lebih kekinian. Tidak hanya dipakai untuk seragam kerja saja, tetapi bisa juga dipakai anak-anak muda untuk jalan-jalan," kata Gibran.
Gibran juga menyinggung kain lurik yang tematik ini bisa menjadi komoditas Kopdes Merah Putih.
"Sebentar lagi Pak Presiden Prabowo akan meresmikan Kopdes Merah Putih di Klaten juga. Lurik ini sangat bisa masuk dalam Kopdes," tambah Gibran.
Bagyo, salah seorang perajin lurik yang rumahnya dikunjungi Wapres, mengaku sangat senang.
"Kemarin itu pemberitahuannya mendadak dan kami hanya persiapan dua hari," kata Bagyo.
Baca juga: Hadiri Penanaman Jagung Serentak, Wakil Ketua DPRK: Jaga Keberlanjutan dan Kesinambungannya
Di tempatnya, Bagyo memproduksi lurik sekitar 2.000 sampai 3.000 meter setiap bulan. Pemasarannya di dalam negeri kebanyakan dari Sulawesi, Sumatera, Yogyakarta, Jakarta, dan Jawa Timur.
"Kalau dari Jepang, permintaannya yang warna alami. Per enam bulan, kami bisa mengirim 200 meter ke Jepang," kata Bagyo.
Di showroom Bagyo lurik, harga kain per 2 meter antara Rp120 ribu sampai Rp150 ribu, untuk baju siap pakai antara Rp250 - Rp500 ribu.
Baca juga: Revisi UU Pemerintahan Aceh, Muhammadiyah Dorong Implementasi Syariat dan Kemandirian Ekonomi
Produk lurik yang dihasilkan para perajin di Desa Mlese ini, tidak hanya kain dan baju saja. Produk lainnya ada blangkon, sepatu, tas, dan lain-lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung