Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 09 SEPTEMBER 2024 • 16:16 WIB

Warga Boyolali Kesulitan Air Bersih karena Kemarau Berkepanjangan, Sungai dan Sumur Kering

Author

Warga Boyolali Kesulitan Air Bersih karena Kemarau Berkepanjangan, Sungai dan Sumur KeringWarga di salah satu desa di Boyolali sedang mengantri untuk mendapatkan bantuan air bersih.

INDOZONE.ID - Kemarau berkepanjangan menyebabkan beberapa kecamatan di Boyolali, Jawa Tengah seperti Wonosegoro, Wonosamudro, dan Juwangi, mengalami krisis air bersih.

Untuk membantu warga, para relawan dari berbagai komunitas, termasuk Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Boyolali, memberikan bantuan air bersih pada Minggu (8/9/2024).

Mawardatun Nisa, seorang relawan MDMC Boyolali, menjelaskan bahwa mereka telah mendistribusikan empat truk tangki yang berisi total 24.000 liter air bersih ke empat desa yang terdampak, yaitu Desa Garangan, Desa Bodeh, Desa Bojong, dan Desa Kali Mati.

Baca Juga: Luncurkan SPAM di Semarang Barat, Jokowi Berinisiatif Tingkatkan Akses Air Bersih

"Ini adalah kali kedua kami memberikan bantuan air bersih di bulan September ini. Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban warga yang kesulitan air bersih," ujarnya.

Aminanto, Kepala Dusun 2 Dukuh Bogor Kopen, Desa Bojong, Kecamatan Wonosegoro, mengucapkan terima kasih kepada para relawan yang sudah membantu.

"Sejak dua bulan terakhir, warga di RT 5, RW 3 kesulitan mendapatkan air bersih karena sumur dan sungai di sekitar kami sudah mengering. Kami berharap pemerintah atau pihak swasta bisa membantu membuat sumur dalam agar saat kemarau, kami tidak kesulitan air lagi," katanya.

Gali Tanah di Sungai yang Kering

Warga Boyolali Kesulitan Air Bersih karena Kemarau Berkepanjangan, Sungai dan Sumur KeringSalah satu sungai yang mengering di Boyolali karena kemarau yang berkepanjangan.

Sementara menunggu bantuan, warga terpaksa menggali tanah di sungai yang sudah mengering untuk mendapatkan air.

Baca Juga: Pabrik Garmen Hansol di Randusari Boyolali Terbakar Puluhan Mobil Damkar Dikerahkan

Meski air yang didapat keruh, berbau, dan berwarna kehijauan, mereka tetap memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, dan memberi minum ternak.

Nartun, warga setempat, mengatakan bahwa saat ini warga sangat bergantung pada bantuan air bersih atau harus membeli air galon untuk kebutuhan konsumsi.

"Kami berharap bantuan air bersih bisa terus datang dan semoga segera turun hujan agar kami tidak kesulitan lagi mendapatkan air bersih," harapnya.


Warga Boyolali Kesulitan Air Bersih karena Kemarau Berkepanjangan, Sungai dan Sumur KeringBanner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Warga Boyolali Kesulitan Air Bersih karena Kemarau Berkepanjangan, Sungai dan Sumur Kering

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!