Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 19 JULI 2022 • 14:44 WIB

Sederhana! Eks Kabareskrim Susno Duadji Beber Kunci Ungkap Kasus Penembakan Brigadir J

Sederhana! Eks Kabareskrim Susno Duadji Beber Kunci Ungkap Kasus Penembakan Brigadir JEks Kabareskrim Susno Duadji sebut kunci kasus penembakan Brigadir J di rumah Irjen Sambo. (Foto/Instagram/Antara)

Mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji turut berkomentar soal penembakan yang menewaskan Brigadir J atau Yosua Nofryansah Hutabarat di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

"Yang ngomong (beri keterangan) itu nanti bukan polisi, tapi sidik jari senjata, proyektil, jenis senjata, surat senjata. Saya yakin polisi sudah menyita semua surat senjata," kata Susno Duadji dalam kanal Youtube 'Polisi oh Polisi' seperti yang dikutip Indozone, Selasa (19/7/2022).

Purnawirawan Jenderal bintang tiga itu menyebut tim Labfor pastinya sudah bekerja mengambil sidik jari senjata dan dicocokkan dengan peluru untuk memperoleh bukti pendukung terkait penembakan.

Dia juga menyampaikan pentingnya peran dokter forensik untuk menjawab terkait luka yang ada pada tubuh Brigadir J yang menjawab adanya selintingan ada unsur penyiksaan terhadap korban sebelum kematiannya.

Brigadir J tewas dalam insiden penembakan di rumah Irjen Ferdy Sambo. (Foto/Istimewa)

 

Baca juga: Kapolri Akhirnya Nonaktifkan Irjen Ferdy Sambo Sebagai Kadiv Propam!

"Dokter forensik sudah bekerja yang mengatakan akan menjawab apa luka benda tajam, disayat atau rekorset peluru. Nanti akan terjawab semua," katanya.

Sementara itu terkati dengan luka-luka Brigadir J akibat rekorset atau serepetan peluru dalam insiden baku tembak, Susno menyebut kalau itu masih pendapat liar. Belum dibuktikan dengan penyataan dokter forensik.

"Kemarin itu dibilang rekorset. Iya yang tidak berwenang memberikan penjelasan ke publik. Nantinya siapa yang berwenang ini adalah dokter forensik. Dia akan jawab," ujarnya.

Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo dan istrinya Putri Ferdy Sambo. (Twitter/@divpropampolri)

 

Begitu juga soal jari putus Brigadir J akibat unsur penganiayaan, Susno meminta publik bersabar dan biarkan pihak penyidik Polri bekerja dengan profesional guna mengungkap kasus penembakan itu.

"Soal jari putus, ada yang menyebut akibat luka tembak. Ini kan kata orang. Tapi kalau kata balistik dan dokter forensik, bisa dibantah," kata Susno.

Sementara itu Polisi kembali olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan memeriksa kamera pengawas (CCTV) di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Komplek Polri Duren Tiga No. 46 RT 04/01, Pancoran, Jakarta Selatan terkait peristiwa penembakan pada Jumat (8/7).

Sebanyak empat penyidik kepolisian lengkap dengan sarung tangan memasuki rumah Irjen Ferdy Sambo menggunakan mobil.

Lantas pada pukul 14.30 WIB, polisi memeriksa CCTV yang terletak di tanaman pagar tepatnya menghadap ke dalam rumah.

Kemudian, pada jam 14.45 WIB tim penyelidikan polisi meninggalkan TKP dengan membawa satu buah koper.

Pada sekeliling rumah tersebut dipasang garis polisi yang membentang dari depan hingga ke samping. Diketahui garis polisi ini dipasang kembali pada hari Minggu (17/7) kemarin.

Sebelumnya, berdasarkan informasi di lokasi pada Jumat lalu (15/7) garis polisi dipindahkan ke dalam rumah tepatnya pada garasi mobil sampai hari Sabtu (16/7).

Selain itu, juga ada dua kursi dan satu meja kosong berwarna hitam yang ditaruh di depan pagar garasi mobil.

Pada hari Senin (18/7) ini sudah terhitung seminggu lebih sejak kejadian penembakan Brigadir J atau Nofryansah Yosua Hutabarat pada hari Jumat lalu (8/7).

Hingga kini kepolisian belum memberikan keterangan lebih lanjut dan masih melakukan olah TKP di lokasi  meninggalnya Brigadir J yang ditembak  Bharada E.

Artikel Menarik Lainnya:

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Sederhana! Eks Kabareskrim Susno Duadji Beber Kunci Ungkap Kasus Penembakan Brigadir J

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!