Gedung Bawaslu. (ANTARA/Aria Cindyara)
Peneliti senior, Netgrit Hadar Nafis Gumay menyoroti pemilihan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) oleh Komisi II DPR yang dilakukan secara tertutup. Menurutnya, pemilihan itu dianggap tidak transparan dan terkesan lebih besar nuansa politik.
"Jadi saya kira proses pemilihan di DPR ini lebih besar nuansa politiknya," ujar Hadar kepada wartawan, Kamis (17/2/2022).
Hadar menyatakan, proses fit and proper test yang dilakukan oleh Komisi II tidak dijalankan dengan terukur. Kemudian juga tidak cukup transparan khususnya di dalam pengambilan keputusan.
"Menurut saya tidak cukup akuntabel proses yang mereka lakukan ini sebagai lembaga negara yang diberikan tugas oleh undang-undang dan konstitusi kita gitu," beber dia.
Selain itu, Hadar juga mengatakan bilamana calon anggota KPU dan Bawaslu itu perlu dipilih berdasarkan urutan. Sehingga publik perlu tahu bagaimana angka penilaian anggota DPR kepada calon-calon yang terpilih.
"Nah jadi itu problemnya menurut saya. Undang-undang menyebutkan secara jelas bahwa mereka harus memilih dan menghasilkan urutan jadi ada ranking. Jadi kalau ranking itu harus ada ukuran yang jelas. Angka angka, penilain penilaian," tegasnya.
Baca juga: Anggota KPU-Bawaslu Dipilih Tertutup, Komisi II Sebut Pemilihan Melalui Proses Demokrasi
Lebih lanjut, dia menekankan agar anggota KPU dan Bawaslu tidak sampai terperangkap oleh pihak pemilih karena kentalnya nuansa politik. Pasalnya, sebagai penyelenggara pemilu, KPU dan Bawaslu harus bisa mandiri, menjunjung tinggi integritas, profesionalitas, kemudian terpenting adalah tidak partisan.
"Karena nuansa politiknya begitu kuat maka saya berpesan kepada penyelenggara yang terpilih mereka itu harus bisa menjaga jarak dari hasil proses politik pemilihan yang begitu kental. Jadi jangan mereka terperangkap oleh pihak pihak yang memilihnya," tandasnya.
Diketahui sebelumnya Setelah melakukan uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test sejak Senin 14-16 Februari 2022, Komisi II DPR memilih tujuh nama KPU dan lima anggota Bawaslu periode 2022-2027.
Adapun pengambilan keputusan ini berlangsung pada, Kamis (17/2/2022). Di mana Komisi II terlebih dahulu menggelar rapat pleno secara tertutup dan di mana pemilihan berdasarkan musyawarah serta mufakat terhadap tujuh anggota KPU.
Berikut ini adalah tujuh anggota KPU periode 2022-2027 yang telah dipilih oleh Komisi II DPR RI.
1. Betty Epsilon Idroos
2. Hasyim Asy’ari
3. Mochammad Afifuddin
4. Parsadaan Harahap
5. Yulianto Sudrajat
6. Idham Holik
7. August Mellaz
Sementara lima anggota Bawaslu periode 2022-2027 adalah sebagai berikut
1. Lolly Suhenty
2. Puadi
3. Rahmad Bagja
4. Totok Haryono
5. Herwyn Jefler Hielsa Malonda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: