Bripda Randy Bagus Hari Sasongko saat masih bertugas. (Foto: Istimewa)
Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah Tardi buka suara terkait kematian Novia Widyasari Rahayu (23 tahun), mahasiswi Universitas Brawijaya (UB) yang bunuh diri di makam ayahnya pada Kamis, 2 Desember 2021.
Seperti diketahui, Novia bunuh diri karena depresi akut. Dia dihamili oleh pacarnya, yakni Bripda Randy Bagus Hari Sasongko, anggota Polres Pasuruan yang belakangan dipecat dengan tidak hormat dan menjadi tersangka dan ditahan karena kasus aborsi.
Bukannya bertanggung jawab, Bripda Randy Bagus malah memaksa Novia untuk menggugurkan janinnya hingga membuat kesehatannya memburuk dan kondisi kejiwaannya luluh lantak.
Berikut tiga hal yang diungkap oleh Siti Aminah Tardi terkait Novia.
Saat masih hidup, di bawah tindihan beban yang membuat ia depresi, Novia pernah melaporkan kekerasan seksual yang dialaminya dari Bripda Randy Bagus kepada Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) pada Agustus 2021 lalu.
Saat dihubungi oleh Komnas Perempuan pada 10 November, Novia menyampaikan bahwa dirinya membutuhkan pendampingan psikolog karena dampak psikologis yang dialaminya. Di situ, Novia juga berharap dapat dimediasi dengan Bripda Randy dan keluarga Randy.
"Korban (Novia) cerita, dipaksa untuk menggugurkan kehamilannya oleh pacarnya yang berprofesi sebagai anggota kepolisian dengan berbagai cara, seperti memaksa meminum pil KB, obat-obatan, jamu-jamuan, bahkan pemaksaan hubungan seksual karena dianggap akan dapat menggugurkan janin. Berulang kali pula NWR menolak," beber Siti dalam konferensi pers secara virtual, Senin (6/12/2021).
Saat pemaksaan aborsi yang kedua, lanjut Siti, Novia bahkan sempat mengalami pendarahan hingga jatuh sakit.
"Korban NWR sampai mengalami pendarahan, trombosit berkurang, dan jatuh sakit,” kata Siti.
Saat itu, Novia tak hanya mengalami beban kejiwaan yang hebat, tetapi juga kesehatannya memburuk.
“Korban merasa tidak berdaya, dicampakkan, disia-siakan, berkeinginan menyakiti diri sendiri dan didiagnosa obsessive compulsive disorder serta gangguan psikosomatik lain,” terang Siti.
Dalam pengaduannya, Novia juga menceritakan bahwa dirinya dituduh oleh orang tua Randy bahwa dirinya sengaja menjebak Randy agar menghamilinya dan menikahinya.
Tak cuma itu, orang tua Randy juga menolak menikahkan anak mereka dengan Novia dengan alasan Randy masih punya kakak perempuan yang belum menikah.
Sementara itu, ayah Bripda Randy menyampaikan permintaan maaf atas apa yang menimpa Novia.
"Saya Niryono, bapak dari Bripka Randy Hari Sasongko. Kami sekeluarga sebagai orang tua mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada publik atas kejadian berita yang heboh di publik pada hari ini dan kemarin," kata Niryono di kediamannya di Pasuruan, Minggu (5/12/2021).
Niryono masih sempat menggunakan sebutan "calon menantu" untuk menyebut Novia yang sudah meninggal dunia.
"Saya turut berbelasungkawa atas meninggalnya calon menantu saya, Novia. Mudah-mudahan Novia diterima di sisi Allah SWT. Saya sangat kasihan dan prihatin," ujarnya, seraya menegaskan bahwa dirinya bukan anggota DPRD, melainkan seorang tengkulak gabah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: