Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan, Gilbert Simanjuntak menilai ada yang tidak beres dengan penyelenggaraan Formula E. Pasalnya, hingga kini lokasi sirkuit masih juga belum ditentukan.
Penundaan dari bulan-bulan sebelumnya dinilai menimbulkan tanda tanya adanya ketidakberesan.
Dikarenakan penentuan lokasi balapan mobil listrik bertaraf internasional tersebut ditunda kembali oleh pihak PT Jakarta Propertindo (Jakpro), ia pun menilai akan berdampak pada kualitas penyelenggaraan.
"Saya kira persiapan yang makin molor akan berdampak pada kualitas penyelenggaraan. Dengan biaya yang begitu besar untuk penyelenggaraan, maka jadi tidak baik kesannya kalau terburu-buru," terangnya.
Maka, Gilbert menyarankan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membatalkan rencana menggelar Formula E.
Ia meminta agar jajaran Jakpro fokus pada program lainnya, yakni Taman Ismail Marzuki (TIM) dan Jakarta International Stadium (JIS) yang belum juga rampung hingga kini.
Baca selengkapnya: Penentuan Lokasi Formula E Molor Lagi, PDIP DKI: Tanda Ada yang Tak Beres
Seorang profesor bisnis di Universitas Internasional Lebanon, Dr Hassan Chamas menjadi viral karena aksinya menggendong bayi yang menangis di dalam kelas, dan tertidur di gendongannya saat ia tengah mengajar.
Dikutip dari lifestyle.inquirer.net, Rabu (17/11), dalam salah satu mata kuliah di kelas master bisnisnya, ada seorang mahasiswi yang membawa bayinya ke kelas.
Namun saat pelajaran telah dimulai, si anak menangis. Saat itu juga, Hassan langsung turun tangan dan menggendong bayi tersebut.
"Salah satu mahasiswi membawa bayinya ke kelas agar dia bisa hadir hari ini," kata Hassan di akun Facebook pribadinya.
Baca selengkapnya: Bayi Mahasiswinya Menangis, Dosen Ini Gendong Bayi Itu Sambil Ngajar
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: