Rumeysa Gelgi, wanita tertinggi di dunia. (Instagram/rumeysagelgi)
Seorang wanita bernama Rumeysa Gelgi dinobatkan menjadi wanita paling tinggi di dunia. Wanita asal Turki itu masuk dalam Guinness Book of Records sebagai 'Wanita Hidup Tertinggi'.
Dikutip dari Daily Star, Kamis (14/10), Rumeysa Gelgi diketahui memiliki kondisi genetik yang sangat langka yakni sindrom Weaver. Kondisi itulah yang membuat wanita 24 tahun itu memiliki tubuh yang berkembang lebih cepat dan membuat bagian tubuhnya lebih besar dari manusia pada umumnya.
Sindrom Weaver ditandai dengan terjadinya peningkatan tonus otot, mata melebat, kaki alami kecacatan, dahi melebar, hingga telinga yang lebih lebar dari biasanya.
Kondisinya itu membuat aktivitas Gelgi jadi terbatas. Untuk berjalan saja, ia sampai harus dibantu dengan bantuan alat. Bukan cuma itu, ia juga mengaku banyak mendapat ejekan dari orang-orang di sekitarnya dulu.
"Setiap kekurangan dapat diubah menjadi keuntungan bagi diri sendiri, jadi terimalah diri sendiri apa adanya, sadari potensi diri dan lakukan yang terbaik," kata Gelgi.
"Saya suka menjadi berbeda dari orang lain. Ini menarik dan membuatku merasa istimewa," sambungnya.
Ini bukan pertama kalinya Gelgi masuk ke dalam rekor dunia. Pada 2014 lalu, Gelgi juga dinobatkan sebagai 'Remaja Tertinggi yang Masih Hidup'. Kini, Gelgi memiliki tinggi 7 kaki 0,7 inci atau setinggi 2,13 meter.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: