Hercules mengaku telah bertobat karena ingin mendekatkan diri dengan Tuhan. (Foto/Antara)
Memutuskan untuk bertobat dan menjalani masa tuanya berbuat kebaikan, Hercules pernah mengingat kalau tangannya kotor penuh darah.
Tidak terhitung lagi nyawa yang pernah diambilnya hingga menyebutkan kalau tangannya kotor berdarah-darah.
Saat masa keemasannya, Hercules pernah menjalani hidup kelam sebagai preman yang paling ditakuti di Tanah Abang.
Pemilik nama Rosario de Marshall dari Timor Timur menyadari waktunya di dunia cuma sebentar dan tidak lagi muda seperti masa jayanya.
"Karena begini, kita hidup ini sementara. Kalau cerita tangan kotor, tangan saya ini kotor sekali, kotor berdarah-darah lah. Sekarang umur kita ini mau sampai kapan?" kata Hercules saat berdiskusi bersama tokoh NU seperti yang dikutip Indozone dari Instagram Ipang Wahid, Sabtu (25/9/2021).
Sejak akhir 1980-an setelah bermigrasi dari Timor Timur, Hercules menetap di Jakarta. Di Tanah Abang, ia membentuk geng preman bersama dengan sesama pendatang Timor, termasuk Logo Vallenberg dan Alfredo Monteiro Pires Ia kemudian segera berhasil membangun usahanya melalui bisnis pemerasan dan mucikari, keluar dan mengintimidasi gerakan pro-kemerdekaan Timor di Jakarta.
Hercules yang dijuluki miliki '17 nyawa' tidak hanya pernah kehilangan mata saat ditembak dari jarak dekat, sekujur tubuhnya pun penuh dengan luka akibat dibacok ratusan kali.
Hercules mengungkapkan alasannya mau bertobat dan ingin memperdalam ajaran agama Islam kepada tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Gus Miftah.
Itu semata-mata karena dia ingin mendekatkan dirinya kepada Tuhan dari kesadarannya pribadi dan ingin berbuat kebaikan.
Setelah mendalami Islam, keseharian Hercules pun sangat kontras dari sebelumnya. Untuk itu Hercules mengaku rutin berpuasa dan menyantuni anak yatim setiap hari Jumat, bahkan dia kerap memberi makan mereka sekitar 250 hingga 300 anak.
Hercules juga menyebutkan titik balik kehidupannya yang sulit dan berbahaya.
Adapun guru Hercules dalam menimba ilmu keislaman yakni dia memilih tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah.
Perjalanan hidup Hercules dan titik baliknya dalam mendalami Islam pun banyak menerima hikmah yang luar biasa.
Gus Miftah sendiri menegaskan, bahwa sosok Hercules besok di akhirat adalah penyelamatnya di hadapan pengadilan Allah.
"Ketika saya tidak masuk surga, nanti Maung Hercules narik saya, itu guru saya. Tolong dimasukkan ke surga," tandasnya.
Masa lalu Hercules merupakan seorang gangster dan broker politik asal Indonesia yang berasal dari Timor Timur.
Hercules adalah seorang portir untuk TNI-AD pada masa integrasi Timor Timur. Saat pindah ke Jakarta, ia mendirikan kelompok preman miliknya sendiri di kawasan Tanah Abang, mengatur dunia bawah tanah kejahatan Jakarta pada 1990an.
Pada masa ini, Hercules menyandang status selebritas sebagai gangster terdepan, terkadang muncul pada acara TV serta majalah tabloid. Ia juga dikenal karena hubungan politiknya dengan capres tahun 2014 dan 2019 Prabowo Subianto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: