Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 07 SEPTEMBER 2021 • 23:02 WIB

Buat Air Mata Terjatuh, Seorang Kakek Penjual Nira Harus Berjuang Mengayuh Sepeda 12 Km

Buat Air Mata Terjatuh, Seorang Kakek Penjual Nira Harus Berjuang Mengayuh Sepeda 12 KmKolase Foto Kakek Andik Pedagang Air Nira di Tanjungbalai. (foto/istimewa).

Baru-baru ini warganet dihebohkan hingga menjatuhkan air mata melihat video yang tersebar luas hingga viral di media sosial. Pasalnya, video tersebut menayangkan kisah tentang seorang kakek paruh baya dengan kondisi kaki yang sakit. Namun harus berjuang mengayuh sepeda 12 Km setiap hari untuk menjual Air Nira.

Bahkan, bila dagangannya sepi, ia harus mendayuh sepedanya lebih dari 12 Km. Hal ini dinformasikan oleh akun Instagram @sayaphati. Berdasarkan informasi yang dihimpun Indozone dari akun tersebut, seorang kakek itu memiliki nama Andik, berusia 70 ntahun. Ia berdagang Air Nira untuk menghidupi keluarganya yang saat ini kondisi ekominya sangat memprihatinkan.

"Nama saya Andik, dipanggil wak Andik. Saya berdagang Air Nira naik sepeda dari tahun 1976," kata Kakek Andik, seperti yang dikutip Indozone dari kanal YouTube Bang DG, pada hari Selasa, (7/9/2021).

Ia mengaku setiap harinya berdagang Air Nira dari ba'da Dzuhur hingga pukul 17.00 WIB sore hari. Bahkan, ia juga menceritakan kalau berangkat berjualan Air Nira harus berhati-hati dari lajunya speda motor dan mobil. Sebab, ia berdagang mengendarai sepeda.

Kakek yang merupakan warga Jampalan Simpang 4, Desa Dusun 7 B Simpang Empat, Tanjungbalai, mengaku, Air Nira yang dijualnya diambil dari adik iparnya, bukan miliknya pribadi. Hal itu ia lakukan karena ia sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk mengambil Air Nira sendiri.

"Jadi Air Nira ini awak ambil dari adik ipar terus awak jual lagi ke orang-orang," pungkasnya.

Dari keterangan pemilik akun @sayaphati, penghasilan seorang kakek ini penghasilannya tidak menentu per harinya. Sebab, penghasilannya dari Air Nira tersebut harus dibagi untuk membayar nira kepada agen Nira yang dijualnya.

Meskipun usianya sudah ujur, tetapi beliau masih saja seemangat untuk berdagang Air Nira. Hal itu tak lain karena dirinya harus bertanggung jawab atas kehidupan keluarganya. Bahkan, kakinya yang sudah sakit pun harus ditahankannya demi mencari nafkah untuk keluarga.

Di sisi lain, ia menceritakan penyebab kakinya sakit dikarenakan pernah terjatuh dari pohon Nira saat ambil Air Nira. Nah, Sejak saat itu kakinya pun sudah tidak bisa berjalan normal lagi. Meski dengan kaki keadaan sakit ia berjuala Nira, ia juga tidak luput mengucapkan sholawat dan dzikir di kala berdagang.

"Tidak pernah dilupakan untuk bersholawat dan berdzikir kalau berjualan, Berdoa juga agar jaualannya bisa laris dan dibeli orang," tuturnya.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by @sayaphati

 
 

Ternyata Gegara Tak Diberi Rp500 Ribu, Preman Pukuli Wanita Pedagang Pasar Gambir Tembung
Kecam Aksi Premanisme Pasar Gambir Tembung, Baskami: Polda Sumut Harus Lindungi Pedagang
Memilukan, Lihat Ibunya Dipukuli Preman, Anak Wanita Pedagang Pasar Gambir Tembung Trauma

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Buat Air Mata Terjatuh, Seorang Kakek Penjual Nira Harus Berjuang Mengayuh Sepeda 12 Km

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!