Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 06 SEPTEMBER 2021 • 11:41 WIB

Kudeta Militer di Guinea, Berawal dari Konstitusi Diubah Supaya Presiden 3 Periode

Author

Kudeta Militer di Guinea, Berawal dari Konstitusi Diubah Supaya Presiden 3 PeriodeMiliter melakukan kudeta dan menangkap Presiden Guinea, Alpha Conde (Twitter/@realFFK)

Tentara melakukan kudeta di Guinea dan menangkap presiden Alpha Conde. Militer juga sudah memberikan pernyataan resmi bahwa mereka membubarkan pemerintahan saat ini.

Kudeta itu dipimpin oleh unit elit di bawah arahan mantan legiuner Prancis, Letnan Kolonel Mamady Doumbouya.

Namun, kementerian pertahanan mengatakan upaya kudeta telah digagalkan oleh pengawal presiden. Kudeta ini menyebabkan baku tembak selama berjam-jam di dekat istana kepresidenan di ibu kota, Conakry.

Alpha Conde sendiri sudah 11 tahun memimpin Guinea. Dia kini menjalani masa jabatan untuk periode ketiga yang kontroversial. Banyak protes bermunculan karena pemerintah mengubah konstitusi agar Conde menjabat hingga tiga periode.

Kolonel Doumbouya menuding pemerintahan Conde mengeksploitasi sistem peradilan, menginjak-injak hak warga Guinea dan kemiskinan masih terus terjadi.

Alpha Conde merupakan mantan pemimpin oposisi. Dia pernah dipenjara dan dijatuhi hukuman mati, tapi tak jadi dieksekusi. Pada akhirnya, Conde menjadi presiden pertama Guinea yang dipilh secara demokratis.

Dia menjadi presiden pada tahun 2010 dan kembali menang pemilu di tahun 2015. Namun, belakangan Conde dituding bersikap otoriter dalam menjalankan pemerintahan.

Baca juga: Tentara Guinea Mengklaim Mereka Telah Merebut Kekuasaan dari Presiden Alpha Conde

Conde mendorong konstitusi diubah sehingga dia bisa menjabat untuk periode ketiga melalui Pilpres pada Oktober 2020. Padahal, sama seperti Indonesia, Guinea juga menganut batas jabatan presiden hanya dua periode.

Pilpres 2020 di Guinea pun dilaporkan penuh kekerasan dan kecurangan. Puluhan demonstran yang menentang masa jabatan periode ketiga Conde tewas, sementara ratusan lainnya ditangkap.

Letnan Kolonel Mamady Doumbouya (Twitter/@efo_phil)

Conde akhirnya resmi menjadi presiden Guinea untuk kali ketiga pada November 2020. Oposisi yang mengkritik Pilpres penuh tipuan, ditangkap atas dugaan bersekongkol dan menyebabkan kekerasan dalam pemilu.

Kini, militer Guinea turun tangan dan melakukan kudeta. Militer menganggap Conde tidak becus mengurus negara yang kaya sumber daya mineral tersebut, tapi malah menjadi salah satu negara termiskin.

Dilansir BBC, negara di Afrika Barat ini terus menghabiskan energi untuk menghadapi kerusuhan

"Kami tidak akan lagi mempercayakan politik kepada satu orang, kami akan mempercayakan politik kepada rakyat," kata Doumbouya.

"Guinea itu cantik. Kita tidak perlu memperkosa Guinea lagi, kita hanya perlu bercinta dengannya," tegasnya.

Militer menyebut diri mereka sebagai Komite Nasional untuk Rekonsiliasi dan Pembangunan dan mengatakan bahwa konstitusi telah dibubarkan serta akan ada konstitusi baru yang lebih inklusif.

"Setelah mengambil Presiden, kami telah memutuskan untuk secara efektif membubarkan konstitusi, membubarkan pemerintah dan menutup semua perbatasan darat dan udara," demikian sebuah pernyataan yang disiarkan di TV lokal, dikutip Metro.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Uni Afrika mengutuk kudeta dan menuntut presiden Alpha Conde untuk dibebaskan.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kudeta Militer di Guinea, Berawal dari Konstitusi Diubah Supaya Presiden 3 Periode

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!