Menikmati Sate 1 Meter di Jabu, Ikon Destinasi Wisata Kuliner di Karo. (foto/istemwa).
Kabupaten Karo menjadi lokasi wisata yang cukup banyak diminati wisatawan, terutama masyarakat Sumatera Utara (Sumut). Bahkan, tidak hanya sekadar mengunjungi lokasi wisata saja, saat ini pengunjung juga bisa berwisata kuliner.
Salah satu tempat yang wajib dikunjungi adalah Jabu yang berlokasi di Jalan Gundaling, Gundaling I, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumut. Sebab, Jabu merupakan ikon destinasi wisata kuliner di Berastagi.
Selain ikon wisata kuliner, cafe ini juga menawarkan konsep yang cukup menarik dan unik, mulai dari bangunan hingga makanan dan minumannya yang terbilang instagramable.
Maka wajar saja, banyak pengunjung yang menghampiri jabu. Bahkan, ada sebutan kalimat yang menjadi stigma pengunjung bila berwisata ke Berastagi atau Karo.
"Apabila ke Berastagi tidak singgah ke Cafe Jabu, maka kurang sah belibur di Bereastagi" kalimat itu yang menjadi stigma sebagian pengunjung ketika mampir ke Karo.
Sebab, cafe tersebut memberikan nuansa klasik dengan pemandangan alam serta udara yang sejuk. Bahkan, lokasi cafe itu digadang-gadang dengan nuansa romantic family.
Hal itu yang menjadi daya tarik dan membuat pengunjung betah berlama-lama berada di Cafe Jabu. Pemilik Jabu, Fernandos Purba, menjelaskan, Jabu mengadopsi konsep heritage dan story telling. Hal tersebut terlihat jelas dari furnitur yang digunakan dan juga dekorasinya.
“Lokasi Jabu saat ini adalah lokasi baru, pindah pada bulan April 2020 lalu. Sebelumnya Jabu sudah ada sejak tahun 2017 dan konsepnya tidak jauh berbeda dari lokasi lama. Hanya saja di sini konsepnya lebih ke natural klasik karena benar-benar menyatu dengan alam,” jelasnya.
Ia mengaku sengaja menggunakan furnitur-furnitur unik dan berbeda. Seperti pada jendela yang menggunakan jendela-jendela bekas dari rumah-rumah di perkampungan yang terkena erupsi Gunung Sinabung.
“Ada beberap benda yang memang diperlakukan secara fancy untuk furniturnya, seperti jendela memang sengaja diambil langsung dari rumah-rumah kosong korban Sinabung. Hal ini tentu akan menjadi memory kelaknya,” ungkapnya.
Di sisi lain, ia menjelaskan apa arti Jabu tersebut, Jabu artinya rumah. Memakai nama Jabu sebagai nama tempat karena menurutnya nama tersebut mengandung makna yang cukup mendalam baginya.
“Jabu itu artinya rumah, dan bagi orang Karo mengandung makna yang lebih dalam lagi, begitu juga bagi saya,” tuturnya.
Selain nama yang unik dan bermakna, menu juga ada yang unik dan berbeda dari restoran lain serta cafe. Yakni, menu Sate 1 Meter yang satu-satunya ada di Sumut, dan ia katakan, menu itu menjadi ikon Jabu serta merupakan menu paling disukai pengunjung.
“Menu makanan dan minuman yang ada di Jabu cukup beragam mulai dari makanan Jepang, Nusantara, Westren hingga lokal, semuanya ada. Namun memang ada beberapa makanan yang seperti sudah menjadi ciri khas dari Jabu yaitu sate 1 meter,” ungkapnya.
Dia katakan, banyak pengunjung yang sengaja datang ke Jabu hanya untuk menikmati menu sate 1 meter tersebut. Ia katakan, menu Sate 1 Meter merupakan menu terdiri dari daging sapi, daging ayam, udang dan lainnya yang terinspirasi dari salah satu restoran yang ada di Jakarta.
Selain itu, ia juga menjelaskan, bahwa ke depannya Jabu akan dibuat sebagai one stop wisata.
“Jadi pengunjung yang datang tak hanya sekadar nongkrong dan makan, tetapi bisa menikmati hal lainnya seperti art galeri, fresh market dan lainnya yang semuanya tentang budaya lokal yaitu Karo,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: