Antrean warga Afghanistan di luar bank. (REUTERS/Stringer)
Afghanistan telah memulai era baru di bawah pemerintahan Taliban. Orang-orang terlihat memadati area luar bank untuk mengambil uang mereka.
Beberapa hari lalu juga sempat viral di media sosial ratusan warga antre di luar bank saat penarikan uang di negara itu dibatasi.
Chaos infront of the Banks in #Kabul.
— A?vaka - ?????? News Agency (@AsvakaNews) August 29, 2021
Banks have decided that the customers can only withdraw 200$ or 20000 Afs per week. #Afghanistan #Talibans pic.twitter.com/7RHJlLtKs7
Dengan cadangan uang yang menipis, organisasi bantuan memotong pendanaan, dan ribuan pekerja terampil melarikan diri, ekonomi negara itu tertatih-tatih di ambang kehancuran.
Dilansir Daily Mail, nilai mata uang runtuh, sementara harga barang-barang pokok melonjak karena kekurangan, PBB memperingatkan bahwa makanan bisa sangat rendah dalam beberapa minggu.
Baca juga: Ratusan Orang Memadati Kawasan Bank di Kabul karena Penarikan Uang Dibatasi
Antrean orang di luar bank di Kabul pada hari Rabu (1/9/2021) dengan harapan bisa mengambil uang mereka, rela menunggu berjam-jam untuk mendapatkan uang tunai.
Setelah kekacauan yang terjadi di negara itu, kini warga mulai beraktivitas, pedagang di pasar sudah mulai berjualan.
Pasar di Afghanistan. (REUTERS/WANA NEWS AGENCY)
Dilansir REUTERS, pedagang kaki lima yang berjualan di pasar itu diklaim pendukung Imarah Islam Afghanistan, dia sempat meneriakkan dukungannya untuk Taliban.
Taliban mulai menguasai Afghanistan pada 15 Agustus, ribuan orang berusaha melarikan diri dari Afghanistan karena takut dengan Taliban.
AS sendiri mengakhiri evakuasinya pada tengah malam tanggal 30 Agustus. Namun, menurut laporan beberapa warga AS masih ada yang tertinggal di Afghanistan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: