Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 31 AGUSTUS 2021 • 10:42 WIB

Sosok Mayjen Chris Donahue, Tentara Terakhir Amerika Serikat yang Tinggalkan Afghanistan

Author

Sosok Mayjen Chris Donahue, Tentara Terakhir Amerika Serikat yang Tinggalkan AfghanistanTentara terakhir AS yang meninggalkan Afghanistan (Reuters)

Amerika Serikat resmi menarik seluruh pasukannya dari Afghanistan pada hari Senin (30/8/2021). Dengan begitu, selesai sudah perang 20 tahun antara Amerika Serikat dengan Taliban di Afghanistan.

Penarikan pasukan ini selesai lebih cepat dari batas waktu yang ditetapkan oleh Taliban, yaitu Selasa (31/8/2021).

Mayor Jenderal Chris Donahue menjadi tentara terakhir Amerika Serikat yang meninggalkan Kabul, Afghanistan. Dia merupakan Komandan Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat AS, Korps Lintas Udara XVIII.

Dalam foto yang beredar di media sosial, tampak Mayjen Chris Donahue menjadi orang terakhir yang menaiki pesawat kargo C-17 di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan.

Mayjen Chris Donahue jadi tentara terakhir AS yang tinggalkan Afghanistan (Reuters)

Washington dan sekutu NATO-nya dipaksa keluar dengan tergesa-gesa. Setelah evakuasi yang kacau, mereka meninggalkan ribuan warga Afghanistan yang membantu negara-negara Barat dan mungkin memenuhi syarat untuk evakuasi.

Lebih dari 122 ribu orang telah dievakuasi dari Kabul. Namun, masih ada ribuan warga Afghanistan lain yang sebenarnya layak dievakuasi tentara.

“Begitu besar perasaan sedih dan patah hati akibat keberangkatan ini. Kami tak berhasil membawa semua orang yang ingin kami bawa keluar. Namun, walaupun kami tetap tinggal hingga 10 hari ke depan, tak semua orang akan bisa kami bawa,” ujar Kepala Komando Pusat AS, Jenderal Frank McKenzie, dikutip dari Reuters.

Tembakan perayaan terdengar di Kabul setelah selesainya penarikan AS yang mengakhiri perang terpanjang Amerika.

"Tentara AS terakhir telah meninggalkan bandara Kabul dan negara kami memperoleh kemerdekaan penuh," kata juru bicara Taliban Qari Yusuf kepada TV Al Jazeera.

Sementara itu, Presiden Joe Biden mengatakan tetap meminta komitmen Taliban mengizinkan perjalanan yang aman bagi mereka yang ingin meninggalkan Afghanistan.

Evakuasi warga Afghanistan (Reuters)

"Sekarang, kehadiran militer kami selama 20 tahun di Afghanistan telah berakhir," ujar Biden seperti dilansir dari Business Standard.

Ia berterima kasih kepada angkatan bersenjata AS yang meninggalkan Afghanistan sesuai jadwal yakni pada dini hari Selasa (31 Agustus) tanpa adanya korban jatuh lagi.

"Untuk saat ini saya akan melaporkan bahwa itu adalah rekomendasi dari Kepala Gabungan dan semua komandan kami di lapangan untuk mengakhiri misi pengangkutan udara kami seperti yang direncanakan," beber Biden yang rencananya akan berpidato secara resmi hari ini.

"Pandangan mereka adalah bahwa mengakhiri misi militer kami adalah cara terbaik untuk melindungi kehidupan orang-orang. pasukan kami, dan mengamankan prospek keberangkatan warga sipil bagi mereka yang ingin meninggalkan Afghanistan dalam beberapa minggu dan bulan ke depan."

Presiden mengatakan dia telah meminta Menteri Luar Negeri untuk memimpin koordinasi lanjutan dengan mitra internasional AS untuk memastikan perjalanan yang aman bagi setiap orang Amerika, mitra Afghanistan, dan warga negara asing yang ingin meninggalkan Afghanistan.

"Ini akan mencakup pekerjaan untuk membangun Resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengirimkan pesan yang jelas tentang apa yang masyarakat internasional harapkan dari Taliban untuk bergerak maju, terutama kebebasan bepergian," tambahnya.

Taliban telah membuat komitmen memberikan kebebasan rakyat Afghanistan untuk bepergian dan dunia akan memegang janji tersebut.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Sosok Mayjen Chris Donahue, Tentara Terakhir Amerika Serikat yang Tinggalkan Afghanistan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!